Quote

Keluarga atau teman?

Keluarga, sebab kalian lebih dari teman, melainkan sudah seperti keluarga. :3

Quote

Sahabat yang baik adalah sahabat yang tahu kapan harus berkelakuan dan berdiam diri, DAN MELAKUKANNYA.

Chat

._.

Q: “Bayangin.. Kamu berdiri di bawah air terjun yang tinggi, apa yang kamu rasain?”
A: “Takut.”  “Serem.”  “Penasaran.” “Asik.”  “Enak.”  “Sejuk.”  “Seru.”

What… O.o

Link

_Is listening to: Oh Happy Day - Ryan Toby and Whoopi Goldberg. Sister Act 2 – Back in the Habit_

P1340386

Hari ini seneng banget, rencana Tuhan gak ada yang tahu..
Gue, dia, kembaran gue, kembaran dia.. Berempat maju di depan temen-temen sekolah :D  So L-O-L

Eh iya, btw aku mau kasih link buat kalian-kalian yang udah muak sama blog ini, mungkin bosan dengan penulisnya yang memukau ini.. #plak
Ada 2 blog yang gue ramal bakal dan sudah jadi inspirasi gue.. Here are they:

http://olivianatalianne.blogspot.com/ | Blognya Oliv

http://hyorastory.blogspot.com/  | Blognya Ratih

Enjoy!

Aside

Remaja, seperti yang kita tahu adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa muda berisi berbelit-belit masalah dan perubahan yang terjadi. . Dan sebagai orang yang lebih tua, mungkin ada rasa ‘ingin berbicara’ kepada mereka.

Kali ini, berhubung saya sendiri masih remaja.. Sesuai dengan yang saya peroleh dari beberapa referensi yang -sayangnya- saya lupa di mana, saya punya tips-tips untuk berbicara berarti kepada anak remaja.. Check this out:

1.   No Formal Conversation

Anak remaja tak suka dengan evaluasi.  Ketika memulai pembicaraan, usahakan timing-nya adalah ketika sang anak sedang merasa enjoy, usahakan hindari pembicaraan formal.  Hal ini dapat memicu anak remaja (saya juga :P ) untuk lebih terbuka pada orang yang diajak bicara

2.  Look into his/her eyes

Ketika berbicara, lihat matanya, dan dengan begitu kita dapat dengan mudah membaca pikiran mereka secara tidak langsung (bukan ala-ala Teddy Ekor Busyet lo yah :P )  Namun tetap hati-hati, jangan terlalu tajam memandanginya, entar dianya takut trus lari cari pertolongan malah.

3.  Be A Good Listener

Seperti yang sudah saya katakan tadi, anak remaja tak suka evaluasi.  Dengarkan dulu cerita dari sang anak, dan tunjukkan sikap ingin tahu yang menarik perhatian, bisa ditunjukkan dengan anggukan, menatap saat ia berbicara, atau gestur yang lain.  Dan ketika ingin meneruskan perbincangan, jangan tanyakan “Bagaimana”, atau “Siapa” dalam beberapa kasus, sebab dari referensi yang saya dapat, kata itu dapat menyudutkan sang anak dan membuat ia ‘self-defense’ terhadap dirinya sendiri, alias menutup diri.

4. Let It Flow

Ketika ingin membicarakan suatu bab, jangan langsung menanyakan hal yang anda cari.  Berilah beberapa hal yang dapat membawa pembicaraan ke sana, sebab kebanyakan orang dari berbagai usia ‘malu’ untuk ditanyai/terbuka.

5. Give your experience

Ketika seorang remaja mencurahkan pemikiran/isi hatinya kepada anda, jangan langsung memberi saran, tetapi berikan rasa ingin tahu tadi, sehingga anda terlihat ingin mengetahuinya.  Seusai ia bercerita dengan puas, berikan cerita pengalaman anda yang dapat memotivasi dia, dan jangan langsung memberikan saran, sebab seperti yang sudah dikatakan… REMAJA TAK SUKA EVALUASI.

6.  Be Calm

Jangan tunjukkan rasa panik anda ketika ia bercerita tentang sesuatu yang tidak sependapat dengan anda, seberat apapun masalah itu.  Biarkan ia selesai bercerita, dan berikanlah masukan secara implisit/tidak langsung agar remaja dapat menerimanya dengan baik.  Ucapkan kata-kata pujian juga dapat membantu.

7.  Say Thanks

Seberapapun mereka terbuka pada anda, yang pasti keterbukaan adalah suatu anugerah dari Tuhan, sebab tak semua orang tak mau terbuka dengan beberapa orang lainnya; ada alasannya, pasti ;-)  Ucapkanlah ‘Terima kasih atas kejujuranmu’, dan pastikan bahwa anda benar-benar akan menjaga rahasia ini, kepada siapapun.. Kecuali Tuhan, tentunya :3

That’s all from my references, not my mind :P  Sorry  I can’t put the reference links coz I forget where did I get those tips ^^  GBU, and Happy Talking!

Berbicara yang berarti dengan anak remaja?