Sabtu, 22 Agustus 2015 : Ah!

Ah, /
Tak perlu pujian //
Kata-kata semanis madu selembut beludru tak akan dibawa sampai abadiah //
Tak perlu untaian indah /
Bila semua itu hanya acah //
Rasanya tak pernah diasah /
Rasanya sebatas menjadi penyusun acara /
Yang setiap malam pulang larut hingga begah //

Ah, /
Yang diperlu adalah wadah /
Yang dicari tuk buang kesah /
Yang bikin Bapa bungah /
Yang bawa semua sembah /
Hanya Tuhan Allah //

Teriakan “ubah” seakan hanya desah /
Mungkin memang belum waktunya berubah /
Atau belum layak untuk jadi wadah? //

Ah, /
Kami tidak sumah //

Sabtu, 22 Agustus 2015 – Ah!

Entah,
aku hanya merasa tak layak.
Entah,
aku hanya ingin meledak.
Entah,
antara melayani atau sekedar euforia serentak.

Antara dalam dan luar sama saja.
Sama-sama beracara.
Sama-sama merayakan.
Sama-sama bercengkrama.
Sama-sama saja!

Entah,
aku memang tak layak marah.
Entah,
aku sendiri hanya merasa payah.
Kenapa yang kita layani tak satu kalipun disebut dalam ibadah?

Senin, 11 Mei 2015 : Hidup

c

Dag.
Dig.
Dug.
Terus berdegup.
Dag.
Dig.
Dug.
Tak henti berpacu.
Dag. Dig. Dug.

Dag.
Hidup ini singkat
Tak ada gunanya membuatnya beraneka
Yang ada hanya hidup terasa hampa
Hidup, akan lewat.
Dig.
Kita berawal dari lahir
Dan pasti akan berakhir
Suatu saat mati akan mampir
Sudah siapkah kita untuk tatap sang Khalik?
Dug.
Tetapi sang Agung itu yang beri hidup
Dia berkata, “Akulah jalan kebenaran dan hidup
Akankah kita akan berhenti dengan ucapan syukur?
Atau sebaliknya, menangis sambil tersungkur?

Jumat, 8 Mei 2015 : Tumpe

I N D O N E S I A — sekali lagi juara umum Olimpiade! :D
People sez:
 Bagus dong
 Yeeay!
 Wah, turut bangga :”
 Ya mesti, orang anak Indonesia selalu dicekoki teori

Baiklah, harus kubilang benar adanya. Kurikulum (red: resep) apapun di Indonesia selama ini mencekoki agar anak Indonesia cerdas berteori. Apapun yang terjadi, anak pasti ingat rumus hukum kirchoff, ataupun kaidah kebahasaan, atau berapa juta kali kita harus memalu sebuah meja agar meja tersebut kuat *apalah*. Intinya satu: sampe otak anak tumpe-tumpe!

Ternyata ga cuma terjadi di dunia pendidikan, tapi hal apapun bisa jadi tumpe-tumpe. Kalo sudah tumpe-tumpe, berarti overdosis, berarti gak baik hasilnya.

*le me is learning to practice* *sok Inggris* Yuk, kita belajar untuk ngelakuin apa yang dipelajari. Jangan sampe cuma cerdas teori tapi ga bisa ngejalanin. Lebih payah parah lagi, kite-kite ga tau teori, gimana mau ngejalanin?

Kalo Jupe bilang “sampe tumpe-tumpe”,
Tentu gak sehat buat badan kite,
Eits, kroscek kroscek….
Ape kite-kite anak Babe juga begene?

Menjadi seorang Kristen bukan berarti jam-jam ibadah di dalam gereja.

Senin, 20 April 2015 : Anjing vs Kucing

1

Sebelum mulai dengan pikiran hati dan curhatan otak hari ini, let me say thanks to:

Tuhan Yesus Kristus yang sudah kasih anugerah dalam pelayanan sejak Adam dan Hawa ada. Thanks buat kesempatan kami turut serta di track-Mu, Tuhan!
Adita Putri Puspaningrum, buat pelayanan yang sudah disebarin, buat percakapan sebelum VG yang gajadi latihan *plak*. Kalau waktu itu kamu ga cerita, mungkin aku ga akan sadar-sadar soal teologi ini yang sebenarnya.

Oke, sebenernya apa yang aku tulis di atas? Teologi apa?

Ketika aku masih liatin video cover lagu dari CuteWorshipProject, papi pulang bawa buku yang dikasih orang buat kami anak-anaknya papi. First impression sih ga wow-wow amat, tapi ketika baca buku tentang 101 Perbedaan antara Kucing dan Anjing, seketika aku sadar bahwa orang yang mungkin belum baca buku teologi Kucing dan Anjing ini sudah ngelakuin di kehidupan sehari-hari: nama kedua yang tertera di atas.

Teologi Kucing dan Anjing itu dua virus yang sekarang ini banyak terjangkit sama orang-orang Kristen di dunia, dimana yang satu berorientasi akusentris, sementara yang satunya El-sentris. Teori ini mirip dengan perdebatan teori heliosentris vs geosentris di abad pertengahan dulu. Sama-sama menggambarkan tata surya, tetapi salah fokus atau engga lengkap.

Masuk ke tahun ketiga sebagai Pengurus Komisi Remaja GKI Ambarawa, banyak suka-duka yang dialami. Mulai dari adaptasi dengan tugas, temen-temen tim pengurus, aktivitas sehari-hari, sampe ketegangan waktu ngejalanin program. Paling inget itu waktu Ultah KomRem ke-44, waktu gue diserahin tugas untuk pimpin acara, di detik-detik terakhir sebelum maju malah cancel. Bukan karena waktu, bukan. Serasa mau nangis waktu itu, tegang banget, karena kurang persiapan. Jadi langsung loncat ke acara selebrasi.

Tiga tahun melayani, tiga tahun pula diri berubah. Waktu pikir program, ada yang usul acara untuk ‘menjaring’ kawan lama supaya jumlah presensi meningkat. Ada juga program supaya pelayan makin ahli dan makin banyak yang mau terlibat. Program yang terlihat paling utama adalah event-event; Natal, Paskah, pelepasan-penyambutan, KKR, dan lain-lain. Paling seneng waktu ada Malam Puji-Pujian yang mana semuanya full musik, bukan karena tujuan yang keren tapi karena ngerasa surviving program lama jadi baru itu keren.1

Tapi, malam ini gue ditampar. Di kitab Pengkotbah, ditulis “Apa yang pernah akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.”
Serasa ditampar karena selama ini fokus dengan apa yang kelihatan. Kenaikan presensi jemaat, keterlibatan pelayanan, jumlah program, anggaran. Man, semua itu sia-sia. Ga salah, tapi bukan itu tujuannya. Generasi gue bakal lulus dua tahun lagi, dan akan ada pengurus baru tahun depan. Tapi KomRem tetep bakal ada. Bumi tetep ada. Cuma kucing yang fokus sama apa yang kelihatan. Cuma Kristen binaragawan yang cari aman.

Ayo, kita jadi anjing yang fokus sama misi Tuhan dateng ke dunia; tujuan kenapa Alkitab ditulis oleh ratusan orang dari berbagai kalangan; tujuan kenapa kita dilahirin di dunia. Thanks, sekali lagi thanks Pa! (ɔ ˘⌣˘)

thanks for the picture: http://reflectionresults.blogspot.com/2012/08/teologi-kucing-anjing.html

Monday, March 30, 2015 : Other

When people tell you that smoker gonna get cancer, stroke, heart attack, people will answer everyone does die. Actually the dangers of smoking are not about those diseases, ’cause it’s true that people die. Let me sum up the reasons why you should stop smoking NOW:

1. It gonna waste your money

2. It disturbs people near you

3. It makes you think I’m not gonna make this. I have sinned.

4. It shows how dumb you are

5. It kills your kids

6. It makes the producers get richer and you will be poorer

7. It makes people struggling in non-smoker campaign.

These haven’t been finished, gotta go now. Will give more later, see ya!

Thursday, March 26, 2015 : School

We won’t know when will we write our last post, or whether it will be the most valuable one. Regardless of whether it will be the one or not, just do our best.

Anyway, now I gonna start my first English post, hope you like it.
School. That’s where we study anything. Our classmates tell us about puberty, our teachers teach hormones and those glands inside our body. Our classmates inform you what internet is, and the teachers insist you to use it. Life’s like school. We living human are the pupils, and of course you know who the teacher is: God. Simple, right?

People now are so into love. In 1 Corinthians 13:13, “But the greatest of these is love“. There are people who fight for (what they call) love. They need freedom to express their love, even if it is for your besties, your siblings, your kids–they fight for it. Yes, the greatest is love, thus force us to express it to our friends, family, etc. But have you think over it; that not all love is about kissing, touching, or maybe even sex?

I believe that we will not put catfish and goldfish in one tank, right? It’s actually the same with love. You cannot love your husband just like how you love your kids. You cannot love your best friend the same way with your teacher. There are four types of love: agape, storge, philia, and eros. These things are the way our heavenly teacher want us to express our love.

First, agape. It’s the way your teacher loves you. He doesn’t take your love, He gives. Even if you cannot fulfill this, (and believe me that you will not!) He still gives.
The second is storge. How we share our life with our family is the easy definition of this kind. From our childhood until we pass away from this world, they still be here: in our heart. Familial love, that’s it.
Philia, things that we adore as teen. Our friends, new and old will give and collect philia. It’s naturally happening and it will gives us endorphine to live our life. Sometimes we feel that philia is way better than storge. Just be realistic.
And the last but not least, eros. This is where the misconception begins. “It is not good for the man to be alone. I will make a helper suitable for him.” Is our best friend the one? No. He doesn’t give Adam a guy to have fun with. He creates Eve.

When people tries to say that “it’s a grace from God” or it’s pluralism, I only can say that love is not only about marriage. Best friends can be the one who relieve you from hurt. Loving people is a requirements for us to be fulfilled. God doesn’t say “marry everyone”, but to love everyone.

Our mindset are tightening. When we hear word Love, we think about kiss and hug. We forget about the sacrificial love He gives. Last week Mrs Retno taught my class about meaning changes, and please don’t let our children learn that “love” is the one which is narrowing. Believe me, God doesn’t create human with limitation, but we did.

* Rome 5:12