Tentang Hati

Jejak Langkah

Menurut saya, hal yang paling tidak konsisten di antara semua ketidak-konsistenan yang ada di dunia adalah hati manusia. Agaknya, masing-masing hati memiliki standar kebenarannya sendiri, yang tentunya juga berimbas pada gerak langkah tiap insani.

Hati manusia memang tidak konsisten, tidak seragam, dan sungguh bebas sekali. Hati manusia sangat cepat berubah, bahkan kadang tak punya arah. Segala kendaraan punya rem pengendali—tapi hati manusia, siapa yang menjadi juru mudi?

Baru saja keluar kamar dengan sukacita, lalu mendapat telepon dari atasan yang amat disegani, maka berubahlah rasanya menjadi tidak enak hati. Atau, ketika hamba-hamba Tuhan baru selesai berkhotbah dengan hancur hati, menyadari anugerah Tuhan yang melingkupi keterbatasan diri, lantas tiba-tiba dipuji, sekejap timbullah gejolak di dalam hati, bak roket yang melesat tinggi, menghasilkan rasa hangat dan puas di dalam hati, yang jika tidak dikendalikan maka akan berubah menjadi sikap tinggi hati. Contoh lain lagi, dalam relasi. Manusia bisa melihat sekilas…

View original post 286 more words

Advertisements

Senin, 27 Oktober 2014 – The Next Level

"Welcome home" "Ready?" "Breakthrough" "Limitless" "The Next Level" Seringkali ketika waktu terus berlalu, menuntut diri untuk maju, ingin terus pacu tapi malu, diri kita enggan untuk berkata mau. Oke, berhentilah memikirkan kata-kata pemicu pembakaran otakmu, langsung aja ke intinya: Entah apa yang dipikirkan Papa gue yang keren, tapi sejak tiga bulan di Semarang pergumulan diri gue … Continue reading Senin, 27 Oktober 2014 – The Next Level