Sabtu, 11 Maret 2017 : Conqueror

Judul tulisan kali ini diambil dari tema dari acara persiapan ujian dari Persekutuan Doa Voice of Elijah Generation tahun ini. Menjelang akhir masa SMA ini, saya semakin ditempa Tuhan untuk tak sekadar ada pada level yang sama dengan diri saya sebelumnya, salah satunya lewat persekutuan doa ini. Dahulu saya hanyalah pendosa yang egois. Mengenal Tuhan hanya untuk kemaksimalan diri saya saja. Tapi itu semua berubah sejak Kerajaan Sorga menyerang, ngyahahahaha. If you’re reading this now, it’s because Jesus changes me and He wants to change you too. So, beware haha.

Acara persiapan ujian ini disebut PERMEN oleh pengurus PD VEGE sampai sekarang. PERMEN adalah singkatan dari Persiapan Menuju UN. Sejujurnya kami kelas 12 lebih setuju dengan istilah PERMES ketimbang PERMEN, sebab sekarang UN ga menentukan kelulusan, tetapi US ngyahahahaha. Tapi apalah arti sebuah nama jika tidak ada yang menghidupkan arti nama itu, bukan?

Saat itu pukul 14.00. Saya melihat pamflet undangan yang sudah didesain apik oleh pengurus. Di situ ditulis ‘pukul 13:30’. Duh, mateng. Saya sudah terlanjur janji pada orang tua saya untuk pulang pukul 15:00 untuk menjaga kondisi badan saya, karena Rabu pekan depannya saya sudah US. Men! Untunglah beberapa saat kemudian pintu Gedung Serba Guna SMANSSA dibuka disambut teriakan hangat dari orang-orang hebat yang sudah mempersiapkan acara hari itu. Syalom! Tak lama pujian pun dinaikkan, diselingi beberapa ice breaking agar suasana semakin cair.

Hati saya semakin tidak tenang karena sampai pukul 14:30 pembicara sesi I belum juga muncul. Rasanya sia-sia saya menyempatkan waktu untuk sekadar duduk di sana tanpa membawa apapun ke rumah. Setelah menunggu, seseorang bernama Philip Putra Perdana berjalan ke depan untuk membawakan sesi I. Akhirnya. Orang basio yang di depan membawakan satu sesi dengan tema Gambar Diri. Apa? Pikirku, untuk menghadapi UN yang akan dibahas adalah seputar perjuangan hidup dan soal visi ke depannya. Gambar diri? Ayolah, kami sudah 18 tahun ada di dunia ini dan kami sudah melewati berbagai sesi Gambar Diri sebelumnya. Namun apa yang saya dapat ternyata jauh dari ekspektasi saya. “Di sini bukan tempat bagi dirimu untuk paham dan mengerti. Aku ulangi, di sini bukan tempat bagi dirimu untuk paham dan mengerti,” kata Philip. “Di sini adalah tempat bagimu untuk berubah.

Philip mengajak saya untuk membuka Alkitab dan membaca perikop mengenai kedua belas pengintai Kanaan. Di sana tertulis:

Kami sudah ke negeri yang kau suruh, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya saja bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat, keturunan Enak telah kami lihat di sana. (Bil 13:27-28, terjemahan bebas)

Sepuluh dari dua belas pengintai menjelaskan ancaman yang akan mereka hadapi. Mereka seakan-akan hendak berpesan “Woi, di depan sana kita akan mati. Lebih baik kita lari!” Bukankah ini yang sering kali kita lakukan? Cenderung melihat dengan sudut pandang negatif dan kemungkinan-kemungkinan terburuk tanpa menyertakan Tuhan? Philip kemudian menjelaskan lebih dalam:
“Ada perbedaan di antara fakta dan kebenaran. SMANSSA memiliki AC di aula adalah sebuah fakta. Tetapi apakah AC tersebut dapat berfungsi semua? Belum tentu, karena saat itu yang menyala hanya satu dari delapan AC yang ada.”

Kemudian ia menambah hal lain lagi dengan lebih jelas:
“Faktanya adalah nilai UN ekonomiku 5.25. Ketika kutengok raporku, faktanya nilai ekonomiku jauh di bawah sosio, geo, dan sejarahku. Ada tritunggal nilai ekonomiku: 77, 78, dan 79. Tidak pernah lebih. Padahal batas tuntas saat itu adalah 76. Betapa buruknya diriku dengan ekonomi. Aku pun membayangkan, satu semester di FEB UKSW akan sangat menyengsarakan. Man, hari-hariku akan diisi dengan ekonomi yang aku tidak begitu kuasai. Tetapi, kebenarannya adalah aku anak manajemen. TETAPI, KEBENARANNYA AKU ADALAH ANAK MANAJEMEN.”

I know who I am, so I know what I do.

Saya tengok kembali diri saya sejauh ini, ternyata pengalaman saya banyak sekali. Tulisan saya di blog ini sudah 121 kiriman. Saya kenal Yesus sejak tiga tahun yang lalu. Saya melayani Tuhan sejak kecil di gereja. Tetapi bukan itu yang dibutuhkan. Pertanyaannya adalah siapa saya, bukan apa yang (sudah) kau lakukan. Pagi ini Tuhan menyadarkan saya. Jati diri saya bukanlah orang keren yang flawless, bersih bening tanpa noda. Lewat seorang tokoh yang luar biasa, Tuhan mengingatkan siapa saya sebenarnya.

Ada seorang guru injil yang cukup berpengalaman. Ia adalah seorang pemimpin agama Yahudi. Suatu malam, ia bercakap-cakap dengan Guru injil lain. Ia berkata “Rabi, kami tahu Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Tetapi apa yang dijawab oleh Guru Injil lain, cukup mengagetkan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Tuhan menghendaki agar dapat melihat Kerajaan Allah, kita lahir kembali. Hidup kita yang banyak pengalaman dilahirkan kembali—bukankah ini berarti kita melepas segala pengalaman hidup kita? Bukankah ini berarti kita kembali ke status anak yang tak dapat lepas dari Bapa kita di sorga?

Tuhan rindu kita hidup kembali pada identitas awal kita. Mungkin faktanya kita tergolong orang-orang hebat, tetapi kebenarannya adalah kitalah anak-anak Allah. Sebaliknya, mungkin faktanya kita tergolong orang-orang tersingkirkan, tetapi kebenarannya adalah kitalah anak-anak Allah. Apa yang dilakukan anak-anak Allah? Berpegangan terus pada Allah dan membiarkan dirinya kosong, supaya dipenuhi oleh Roh-Nya hingga akhirnya dia berkata “Well done, anak-Ku.”

I know who I am, so I know what I do.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s