Mimbar yang Kudus

Jejak Langkah

Saya senang berkhotbah dan mendengarkan khotbah.  Jika ada akses internet, saya kerap kali mengunduh khotbah-khotbah beberapa hamba Tuhan, khususnya dari denominasi yang berbeda dengan saya, untuk saya dengarkan di waktu luang.  Demikian pula ketika jenuh belajar atau mengerjakan tugas, saya akan mencari jurnal khotbah atau satu-dua naskah khotbah yang banyak terdapat di perpustakaan kampus kami.  Beberapa hari ini, misalnya, saya sedang menikmati khotbah-khotbah Bryan Chapell yang dimuat dalam buku teranyarnya, Christ-Centered Sermon.  Bagi saya, ada sesuatu yang unik dalam setiap khotbah, yang dapat membangkitkan semangat dan gelora hati saya untuk belajar dan melayani Tuhan.

Hari ini, dalam chapel mahasiswa dan dosen, Allah mengajarkan saya satu dimensi penting  dalam khotbah Kristiani.  Peristiwanya terjadi ketika saya sedang mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh salah seorang dosen.  Ketika ia sampai di bagian akhir khotbahnya, saya memandang ke arah sekeliling mimbar auditorium kampus kami.  Kebetulan saya duduk di deretan kursi belakang, sehingga saya dapat…

View original post 646 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s