Harap

Aku sadar bahwa aku tak bisa menahanmu dari merokok. Hidupmu pilihanmu, benar. Aku tahu aku bukan siapa-siapa bagimu. Sebatas kawan, atau bahkan sekedar kenalan. Aku tak bisa merasakan apa yang kau terima selama ini: bingung, sakit, pedih, tertekan, iri, senang, puas, gelisah, perasaan bersalah. Aku memang lebih beruntung masih bisa sekolah sementara kau tidak. Susah memang terus mengayuh hidup.

Tapi bagiku, kamulah keluargaku.
Kamulah tempat aku bisa berbagi tawa, tempat ketika orang lain sibuk dengan urusannya, kau masih ada di situ walau jarang bertemu. Ketika aku tertekan, engkau memiliki kekuatan magis yang memaksaku mensyukuri beratnya hidup ini.

Aku tak bisa memaksamu untuk membaca ini.
Tetapi ketahuilah hanya ada satu harapan. Satu tempat di mana kau bisa luapkan perasaanmu, lupakan kesedihanmu. Tempat yang mungkin memekakkan telinga, tetapi tetap setia. Aku bingung bagaimana mengenalkannya, tapi Bapaku adalah Bapamu juga. Biarkan hatimu terbuka dan biarkan Dia masuk. Cobalah untuk tak hanya menuntut, tapi juga bersyukur. Cobalah, coba. Tak ada salahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s