Saya Semakin Tahu bahwa Saya Tidak Tahu

Read it. It works.

Jejak Langkah

Kemarin adalah hari terakhir saya berkuliah di paruh pertama dalam semester kelima saya di seminari. Sebelum benar-benar mengambil waktu untuk berhenti dan berdiam diri dalam minggu depan yang “tenang,” saya mencoba memikirkan hal-hal apa saja yg telah Tuhan kerjakan pada hidup saya di dalam dan melalui seminari ini.  Ternyata, perenungan tersebut membuat saya semakin tahu bahwa diri saya ini tidak tahu.

Pertama, saya semakin tahu bahwa diri saya tidak tahu cukup banyak hal dalam dunia teologia, Biblika, historika, filosofika, maupun praktika.  Hal ini sungguh bertolak belakang dengan anggapan saya terhadap diri saya pada waktu semester pertama, bahwa studi di seminari ternyata mudah, tidak sulit, dan saya cukup mampu untuk menguasainya dan membawanya untuk mengubah wajah gereja. Ah, menuliskannya saja membuat saya pedih, mengingat kepongahan saya waktu itu. Kini, jujur, saya semakin tahu bahwa saya hanya sedikit sekali tahu, atau bisa dibilang juga bahwa saya tidak tahu apa-apa! Firman Allah, dogma…

View original post 440 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s