Grace – Selasa, 15 September 2015

Anugerah. Hanya itu yang bisa diungkapkan dalam segenap perjalanan hidup. Ketika seorang nerd kecil yang walau dibayar satu juta pun enggan bertolak ke Bali, seorang bocah yang menangis ketika diminta menulis karangan, seorang perjaka muda yang susah ditebak, berubah total menjadi seorang yang sekarang menjadi salah satu bagian dari kehidupan puluhan orang, semua terjadi semata-mata karena anugerah.

Tulisan ini bukanlah mengenai seseorang yang disebutkan di atas, bukan. Ini hanyalah sebuah “goresan kecil” dari naskah besar yang entah kapan akan berakhir. Sang Penulis Agung merancang segalanya, tulisan ini hanya mengingatkan kita bagaimana sebagian kecil hidup bisa mengoyak tabir sebuah kota yang gelap. Kita sebagai manusia hanya bisa berkata terima kasih dan memaksimalkan apa yang sudah kita peroleh.

Untuk hidup yang kita peroleh tanpa membayar darah,
Untuk setiap nafas yang kita hirup dengan leluasa,
Untuk setiap air yang cukup untuk direguk,
Untuk segenap semesta yang bisa dinikmati,
Itu hanya anugerah.

Untuk segenap rasa yang layak disyukuri,
Untuk sekeras karsa yang perlu diusahakan,
Untuk seluruh tetes air mata dari setiap masalah,
Untuk bersitan senyum yang senang dibalas,
Itu hanya anugerah.

Untuk setiap insan yang ditemui,
Untuk setiap murid yang perlu diajar,
Untuk setiap rekan yang datang dan pergi,
Untuk setiap pendidik yang berjuang bawa arif,
Itu hanya anugerah.

Untuk setiap memori yang manis diingat, Untuk setiap nada yang berdentang,
Untuk setiap nafas di ujung senja,
Itu semua hanya anugerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s