Minggu, 22 Maret 2015 : Worthy?

Terima kasih buat semua salam langsung maupun BBM. Sungguh kepedulian di hari istimewa ini, kiranya Tuhan berkati anda sekalian.

Sungguh hingga detik ini tak henti-hentinya Tuhan mengingatkan soal pelayanan. Pada tulisannya tanggal 13 Oktober 2014 lalu, ci Mia menuliskan “lantas tiba-tiba dipuji, sekejap timbullah gejolak di dalam hati, bak roket yang melesat tinggi, menghasilkan rasa hangat dan puas di dalam hati, yang jika tidak dikendalikan maka akan berubah menjadi sikap tinggi hati”. Jujur, Tuhan menggugah hati saya lewat tulisan ini.

Tak jarang kita sebagai warga negara terhormat “gereja” (red: organisasi, jasmaniah) menganggap bahwa tanpa diri kita, sebuah pelayanan tak kan tercapai. “Jika tahun ini bukan saya yang mengkoordinasi drama, pasti acara akan kacau.” atau “Siapa yang akan menari di ibadah besok jika saya tidak bisa hadir?” sering terucap dalam kehidupan pelayanan kita, bukan?

Hal tersebut pun saya alami. Saya tak habis pikir apa yang akan terjadi ketika saya akan pergi meninggalkan pelayanan remaja saya tahun lalu jika saya diterima di SMA Taruna Nusantara. Puji Tuhan: saya tidak diterima, dan yang lebih baik lagi, saya sadar bahwa saya tak layak untuk status tersebut.

Bahkan jika Matius, seorang yang cukup dibenci pun akhirnya bisa dipercayakan Tuhan menulis kitab dengan sangat detil, mengapa kita tidak mempersilakan teman yang lain untuk bergabung dalam pelayanan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s