Rabu, 12 November 2014 : Padang Gurun

bb

“Suatu hari, berjalanlah seorang muda di padang gurun. Tiga hari lamanya ia tidak minum selain air keringatnya. Ditemuinya segeleas air berwarna hijau, lengkap dengan ‘lalapan‘nya berupa jentik-jentik dan pasir di dasar gelas.”

Kalo kamu ada di padang itu, apa yang bakal kamu lakuin? Bilang “Jangan minum, entar sakit perut!”? Aku kasih tahu, tetep dia bakal minum air di gelas busuk itu. Ga peduli tiga jam kemudian ia mati atau apa, dia tetep minum. Why? Karena dia haus. It’s simple, man!

Seringkali kita ngelakuin sama seperti ilustrasi di atas. Kita larang orang lain untuk berbuat satu hal; kita larang temen kita ngerokok, kita larang mama kita marah, kita larang guru kita kasih tugas, kita larang temen kita untuk ngegame sampe subuh. Tapi gaes, mereka mungkin sama kayak pemuda di atas, seorang figur yang perlu ngelegain kehausan dia. Mungkin, temen kita perlu cinta kasih. Mungkin, mama kita perlu ngeliat anaknya rajin. Mungkin guru kita ga pengen kita jadi anak biasa-biasa. Mungkin temen kita butuh figur ‘bapak’, sebab bapaknya udah pergi sama cewek lain.

Gaes, buka mata dan hati. Kalau kamu tahu ada temen yang ‘kosong’, trus kalian perintahin mereka untuk engga isi diri mereka dengan apa yang kita anggap jahat; apa itu nyelesein masalah? Engga! Mereka udah tahu hati mereka perlu diisi. Mereka juga udah tahu kalau mereka butuh Tuhan. Tapi gimana bisa mereka ‘minum’ kalau ‘gelas’ yang ada cuma setengah gelas air buthek lengkap dengan uget-uget?

Ga ada jalan selain Dia.

“Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” – Maz 62:8

Selain berkata “Jangan minum!”, sediakanlah sebotol air bersih yang sejuk. Dia bisa tetap hidup, dan mungkin bisa ngebagiin sisa botolnya ke pemuda lain yang di padang gurun. Intinya, kalau kamu belum punya botol itu, kau ga akan bisa kasih. Doa sama Tuhan, percaya aja dan do it.

Jangan do what you love, tapi love what you do. Sebab, tanggung jawab berhenti di pundakmu, dan itu harus dilakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s