Rabu, 5 November 2014: Natal

10153923_730283220390229_1798518704034175864_n

Rembulan mungkin tersipu malu menyinarkan bintiknya pada bumi. Mungkin juga tidak. Namun gemerlap lampu natal dan sorak sorai pemimpin pujian tak kunjung berhenti, menjadi penantian pasti seorang pedagang serabi di pinggir gereja suci.

Memang, merah Natal dan hijau pohon natal belum semerbak di etalase toko. Harmoni paduan suara nyaring pun tak jua terdengar. Dapat dibayangkan kemegahan pesta natal para aristokrat ‘pewaris kerajaan Allah‘ dengan kemilau gaun dan pantulan semir sepatu pantofel yang legam di hari Natal. Yang selalu menjadi hiruk-pikuk di hati dan kepala adalah “Tentang Kita”.

Sejak kecil memang sudah menjadi pertanyaan wajib bagi kami anak-anak sekolah minggu, “Mengapa Yesus turun ke dunia?“. Jawaban wajibnya adalah, “Untuk menebus dosa manusia!“. Disambut riuh tepuk tangan, dengan bangga kami duduk kembali usai menjawab.

Sejak itulah, pementasan drama kreatif oleh tangan-tangan yang segambar dengan Dia berhasil dituntaskan di tiap akhir tahun, menjadi kebanggan penuh kenangan. Siapa yang bangga? Kami. Tiap tahun, persekutuan remaja dan pemuda diberi kesempatan berkarya di perayaan lahirnya Kristus ke bumi.

Natal 2011

Di tahun 2011, dengan sukses tim drama berkolaborasi antara puluhan anak muda untuk mementaskan kesederhanaan keluarga petani yang mengingatkan kita akan kasih Kristus yang selalu mencintai kita, gimanapun kita; perokok, penjudi, pemabuk, selingkuhan, dsb. Mengguanakan teknologi filmografi yang lumayan mumpuni, film itu berhasil mencairkan ratusan pasang mata di Natal itu.

Natal 2012

2012 adalah puncak kepuasan kami; hampir seluruh anak remaja dan pemuda berkumpul memproduksi suatu tamparan bagi pemerintah yang dengan berani membakar pasar kebanggaan kami, Pasar Projo. Pujian dan saran beruntun menghampiri kami dengan sendirinya.

Natal 2013

Tahun 2013, melatih adik-adik sekolah minggu berperan drama kelahiran-Nya, dengan segala keimutan mereka dan kepolosan yang terpancar. Tentu, semua itu karena anugerah-Nya!

Sungguh kesenangan itu tak terelakkan.

Kami bernyanyi,

Kami berdiskusi,

Kami menangis,

Ya, kami terlihat bertumbuh.

Tuhan memang menyertai kami dalam proses pembuatan itu. Ga mungkin Tuhan biarin kita sampai tergeletak. (Maz 37:24) Tapi pertanyaan sesungguhnya adalah, apakah betul Tuhan Yesus lahir di kandang domba untuk menebus dosa manusia?

Jawabannya, BETUL. Tetapi tidak benar. Ya, Yesus memang cinta sama kita dan ingin kita semua bisa datang ke Bapa lewat diriNya. Tapi ada hal besar lain yang Tuhan sediain buat kita: ini tentang kita mau ambil apa engga.

Lahir di rumah saja mungkin buat kita udah ga ada kelas, apalagi di kandang domba? Ya, Dia sengaja ga pilih era modern kaya kita, bisa update status tiap tiga detik; Dia sengaja ga pilih RS ternama di ibukota. Sebab Dia itu pengen kita jadi kayak Dia. (1 Yoh 2:6) Kita diciptain segambar, man.

Dia pengen kita refleksiin diri. Bukan masalah meriahnya puji-pujian, atau indahnya editan dalam film.

Dia pengen kita jadi seperti Dia, merendahkan diriNya agar kita ngerti seperti apa rupa Bapa yang sejati, supaya kita yang masih kecewa sama bapak kita bisa tahu apa sih cinta Bapa yang kekal itu. Supaya kita yang sudah diselametin bisa merendahkan diri dan dengan kesederhanaan membawa perubahan bagi kota kecil kita, bagi keluarga kita.

Akan tetap terjadi kota Ambarawa dengan korupsi, akan tetap terjadi anak putus sekolah akibat paksaan orang tua. Akan terus terjadi pencemaran jalan kota, akan terus terjadi diri yang hancur hati akibat rusaknya keluarga.

Tetap(i) inget, Tuhan ada di sampingmu. Mungkin sekarang ga keliatan atau ga kerasa. Tapi Dia itu ada di samping kamu, gandeng tangan kamu. Jangan takut, percaya saja!

One thought on “Rabu, 5 November 2014: Natal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s