Kanak Atau Dewasa?

Jejak Langkah

Di kitab I Korintus, dalam salah satu pasalnya—yang bagi saya layak masuk “the most favourite chapter”—di Alkitab, berkata bahwa ketika seseorang masih kanak-kanak, ia berkata-kata seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak, dan berpkir seperti kanak-kanak, sampai ketika seseorang tersebut sudah menjadi dewasa, ia meninggalkan sifat kanak-kanak itu (band I Kor 13:11).

                Wajar memang. Si Adi kecil yang ingusnya masih belepotan itu, yang mengeja M-A-M-A saja belum benar, pastilah bersikap, berpikir, dan berbicara seperti anak-anak. Seperti Adi kecil, bukan seperti Bapak Adi. Entah jari-jemarinya bebas melucuti tanah tanpa takut kotor, entah mainan yang dimasukkan ke dalam mulutnya, ataupun tangisan yang meluncur cepat bak roket apabila apa yang dimintanya tidak dapat ia peroleh dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Itu kan hanya beberapa contoh, dan kita semua percaya masih ada lebih dari sembilan puluh tindakan “kekanak-kanakkan” lainnya yang mungkin dilakukan oleh si Adi kecil. Ya iyalah, namanya juga anak-anak.

View original post 551 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s