Kita Anugerah?

Shell

Sudah hampir 48 jam sejak gue meninggalkan jejak (baca: Jaket) terakhirku di Kampus SAAT, Malang. Di sana gue bukan lagi sesi pemotretan di beberapa spot yang bagus, ataupun daftar jadi maba, apalagi wisuda. Sudah tercantum di Google Calendar bahwa tanggal 1-3 Juli yang lalu gue dan adik gue ikut Kamp Anak Hamba Tuhan (KAHT) 2014, dengan berbagai asumsi di muka yang beranggapan ‘Yah, paling biasa aja.’ atau ‘Duh, ntar ada yang kenal ga ya?’. Tapi Tuhan tetep ngasih paradigma ‘Lo harus ikut, lo harus ikut..’ dan puji Tuhan, gue bisa ketemu 60 lebih anak Hamba Tuhan dari seantero Indonesia.

Kami disambut dengan baik saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus SAAT. Dengan membuntuti salah seorang mahasiswa tingkat pertama yang langsung membawa kami ke kamar, sampailah gue ke kamar 213, yang saat itu sudah dipenuhi mahluk-mahluk asing yang sedang pegang kartu UNO (catatan: sampai akhir kamp, kartu itu ga gue sentuh T^T) Diri gue belum sepenuhnya sadar waktu itu, jadi belum bisa kenalan sama semua anak, paling sebatas plongah-plongoh ngeliatin muka-muka cantik dan ganteng sepanjang jalan.

Singkat cerita, mulailah opening kamp yang diadain di Chapel. Perlu diingat bahwa kamp kali ini adalah kamp yang diikuti oleh anak-anak hamba Tuhan yang berusia 10-15 tahun, dengan konklusi gue tergolong ‘tua-tua’ di antara peserta. Dari awal, kami langsung dicekoki theme song yang liriknya begini:

CoG

Temen-temen, pernahkah kita berpikir sejenak bahwa hidup kita ini ada bukan karena kebetulan? Ga kebetulan anda bisa baca tulisan ini sekarang. Bukan kebetulan kalau anda bekerja/belajar di tempat anda berkarya sekarang. Bukan kebetulan kalau anda pernah bertemu seseorang. Bukan kebetulan kalau orang tua anda perantau. Bukan kebetulan kalau orang tua anda ga pernah pindah. Semua itu adalah anugerah, sebab sebelum anda lahir pun, Tuhan sudah kenal engkau! (Yeremia 1:5)

Gue percaya walaupun kamp di SAAT kemarin dirancang sedemikian rupa untuk anak Hamba Tuhan, tapi Tuhan tidak mengkhususkan berkat yang udah diterima untuk disimpan oleh anak Hamba Tuhan saja. Apakah menjadi anak petani adalah anugerah? Jangan salah, peraih nilai terbaik di UNNES adalah anak petani, seorang mahasiswa yang dapat dengan lugas menjawab surat terbuka Tasniem Fauzia adalah anak petani! Gue ga percaya ada keterbatasan yang bisa mencegah Tuhan berkarya dalam hidup kita.

 ***

Terdapat dua pot dalam laboraturium, yang A diletakkan di bawah pipa air yang menetes di samping jendela, yang B ditaruh di bawah meja yang lembab. Manakah yang akan tumbuh lebih subur: Pot A atau Pot B?

Tentu mayoritas akan menjawab pot A, sebab pot A-lah yang berada paling dekat dengan sumber matahari dan air. Seperti itulah hidup kita dengan pencipta kita. Kalau kita ga deket sama yang kasih kehidupan, mungkin seperti pot B, kita akan hidup. Tapi kehidupan kita kosong, ga ada isinya. Dan hanya pencipta kitalah yang mampu dan mau untuk mengisinya. Anggepannya kayak botol air mineral yang kosong, ga akan bisa diisi sama botol air mineral yang berisi kalau tidak dibantu sama manusia yang menuangkan, ya gak?  Masa botolnya gerak sendiri?

Hidup kita itu anugerah, sebab kita berharga. Kalau udah tau kita berharga, syukuri terus, ga cuma dari mulut atau status di sosmed, tapi doain, dan terus tekankan prinsip ini dalam hidupmu, maka gue jamin deh, masalah apapun Tuhan yang bantu.

Yuk, hidup bersyukur!

PS: Thanks buat Kristoff, Sun-Sun, San-San, Yere, Albert, ko Agra, mbaksis-mbaksis dari keluarga Abraham, plus SEMUA yang udah terlibat di KAHT 2014, jadilah berkat! Plus featured image dari: http://bit.ly/1m3Eg2q Thanks!

One thought on “Kita Anugerah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s