Story of Silver White Warriors Part Two: The Silver Sword

The Legends of Silver White Warriors

Jauh di negeri para ksatria, tersebutlah seorang penyihir jahat yang bernama Measley.  Dia tinggal di sebuah gubuk kecil bersama cucunya, Molly.   Measley selalu memperingatkan Molly, agar menjauh dari dunia luar.  Akan tetapi, Molly, seorang gadis remaja tersebut selalu berangan untuk melihat dunia luar.  Measley tidak pernah memberitahukan pada Molly, mengapa Molly tak boleh melihat dunia luar, hingga pada suatu hari saat Molly diketahui menyihir barang-barang milik manusia untuk dikenali.   Measley marah sekali, hingga menyebabkan Molly tak pernah bertemu neneknya  kembali……

…Kisah ini berawal dari buku harian seorang gadis remaja  beserta ketiga sahabatnya…

– 400 Tahun Kemudian – 

Part Two: The Silver Sword

Jumat, 13 November 1865

Aku melihat cahaya yang amat luar biasa terangnya, menyelimutiku dan Don.  Kami berdua tak dapat melihat selain cahaya putih tersebut.  Kami melayang, melayang, entah ke mana kami akan terhenti.  Ku pikir, inilah akhir riwayat hidupku.  Jadi, aku langsung menerima lamaran yang sudah lama disampaikan Don.  Aku berteriak, berkata, bahwa cintaku kepadanya sangatlah dalam dan meluap.  Don terlihat kaget, dan aku pun juga.  Karena, cahaya itu berhenti dan kami terjatuh di rerumputan tua nan tinggi di Danau Opal.  Entah kenapa, bau-bau perabadan tidak tercium, dan tanda-tanda kehidupan manusia tidak terasa.  Tiba-tiba, Don melihat sebuah asap membumbung tinggi dari tengah hutan.  Suasana begitu tenang dan sepi, hingga aku dapat mendengar detak jantungku.  Don memelukku, karena angin bertiup dengan kencangnya, menyelimuti kami berdua.  Bree dan Cor tiba-tiba berlari ke arah kami seperti habis melihat sesuatu yang buruk.  Aku dan Don pun berlari ke arahnya.  Tiba-tiba, pikiranki seperti bangkit kembali………………….

Sabtu, 14 November 1865

Entah kenapa, setelah bangun dari tidur, mimpi yang sepertinya sudah ratusan tahun muncul kembali di pikiranku.  Don segera mencarikanku makanan.  Ia memberiku daging rusa panggang! Rasanya sedikit kuno, seperti rusa yang belum terkena peradaban.  Aku dan Don melangkahkan kaki, melihat cakrawala yang bersinar cerah, sang surya bersenyum ke kami.  Kulihat seekor kura-kura singa berdiam di pinggir pohon.  Ia bagaikan ditinggalkan dari kawanan, entah kenapa.  Tetapi, kulihat ia memiliki tempurung yang lembut.  Itu dapat dihancurkan oleh predator air!  Don yang mengerti bahasa hewan pun men-translate bahasa sang kura-kura.  Ia berkata, “Ia saat kecil sangat suka bermain di air, padahal belum memiliki tempurung yang keras.  Ia pernah ditemani oleh seekor hewan yang lain, yang selalu ada untuknya.  Ia sangat disayang.  Namun, sang ketua melarang hubungan persahabatan mereka.  Ia lalu ditinggal karena tempurungnya.  Padahal, dia bermimpi ingin mengikuti kawanan bermigrasi.” Sungguh terenyuh hatiku.  Lalu, kujadikan kura-kura tersebut menjadi sahabatku di perjalanan, dan kunamakan Joy, yang artinya sukacita.  Agar, ia dapat bersukacita kembali.  Oh, malam itu, kutulis harian ini dan tidur bersama Joy di sampingku.

Minggu, 15 November 1865

Langit keemasan menemani kami.  Angin menghembus lembut, menyapu dedaunan di sekitar kami.  Burung-burung mulai berhenti berkicau, bergantian dengan para penjaga malam.  Penjaga malam mulai beterbangan di sampingku.  Suara gemericik air menemani langkah kami.  Waktu terus berlalu.  Violet mulai menyelimuti malam.  Para bintang berkelap-kelip, menerangi langkah kami mencari Renal.  Renal, di manakah kamu?

Don, aku, dan Joy mulai lelah.  Kami tak dapat melepaskan rindu kami terhadap kota kecil Yumirume.  Angin berhembus lembut, menusuk tulang kami.  Dinginnya malam tak dapat kami hindari.  Aku dan Don mulai khawatir akan kehilangan Renal selamanya….

Senin, 16 November 1865

Hari ini aku dan Don kebingungan mencari Joy.  Ia tak kelihatan di kantungnya sejak pagi.  Lalu kulihat, terdapat satu jejak kaki kecil di rerumputan.  Kuikuti, dan kutemukan sekawanan kura-kura berkumpul.  Wow! Ternyata Joy sudah pulih dan membuat kawanan baru, yakni kumpulan kura-kura seperti dia.  Aku dan Don pun berpisah dengannya, dan mulai mencari Renal lagi.  Aku sudah lama melupakan hal ini, namun teringat kembali,  Jovan.  Ia sudah lama tak memberi kabar, namun apa daya?  Aku dan Don memang sudah menghilang berhari-hari dari dunia nyata.  Mmm….

Selasa, 17 November 1865

Hari ini sangat seru!  Aku dan Don berpetualang di Hutan Terlatang, tertulis di papan nama di samping pohon fir raksasa.  Aku dan Don menemukan berbagai hewan aneh dari dunia yang akhirnya kuketahui: Dunia Sihir!  Terdapat rusa putih ajaib, para peri, goblin, dwarf, dryad, kelinci perak, angsa emas, dan banyaaaak lagi!  Aku dan Don bertanya pada salah seorang goblin, di mana rumah seorang pencipta segalanya, dan goblin itu menuntun kami ke sebuah gua–yang sangat-sangat-sangat jauh, hingga kami mencapainya pada tepat tengah malam.  Ia lalu masuk, dan tiba-tiba gua dipenuhi cahaya hijau keemasan.  Lalu, Don memberi tahu aku, bahwa itu adalah gudang emas milik para goblin.  Tiba-tiba, suara dentuman keras muncul dari samping gua.  Aku melihat kaki raksasa, dan tiba-tiba seluruh emas goblin itu hancur, terinjak oleh kaki sang raksasa.  Kami berlari berhamburan, dan aku bersama Ryan (nama salah seorang goblin) bersembunyi di balik sebuah gelondongan kayu fir.  Wuaaaahh…. Letihnya!!!

Aku juga menemukan sebuah ladang peri cahaya, dan aku bersama Don diajak oleh para peri untuk makan malam romantis berdua–kyaaa!!!  Aku sangat senang, apalagi, alunan musik oleh para peri musik dan hangatnya suasana bersama para goblin membuat hati menjadi damai.  Asyiknya hari ini!

2 thoughts on “Story of Silver White Warriors Part Two: The Silver Sword

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s