RSS

Tips n Trick Plants VS Zombies

Hai guys,

Kali ini Acer akan mengupas sebagian tips n trick dari Plants VS Zombies.yippie!!!! #flagsbanner

Belum tahu, game apa ini?  Plants vs Zombies adalah game tower defense  atau perlindungan dari PopCap Game!  Kita, sebagai pemilik rumah harus melindungi diri dari para Zombies, dengan cara menanam tanaman mutant (atau tanaman yg dapat melindungi kamu) di halaman depan, belakang, dan atap.  Game ini sudah mendapat beberapa penghargaan, sehingga dibuatlah versi terbarunya, Game of the Year ver.  

Berikut  adalah beberapa jenis tanaman dari PvZ:

1. Peashooter   : Tanaman dasar yang dapat menembakkan ‘pea’, misil utama untuk melawan para zombies.

2. Sunflower      : Tanaman dasar yang dapat mengeluarkan ‘sun’, modal untuk menanam tanaman.

3. Cherry Bomb : Tanaman khusus yang dapat meledakkan 3×3 petak dan membunuh zombie dalam sekejap.

4. Potato Mine  : Tanaman khusus yang dapat meledakkan zombie yang ada pada petaknya, namun membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mengaktifkan bom.

5. Snow Pea     : Tanaman khusus yang dapat melambatkan zombie dengan ‘pea es’-nya.  Namun, apabila snow-pea mengenai torchwood, es-nya mencair menjadi misil biasa.

6. Repeater       : Tanaman khusus seperti peashooter, namun sekali tembak 2 misil keluar.

7. Chomper        : Tanaman khusus berperawakan seperti venus flytrap, yang dapat memakan zombie di depannya.  Namun, butuh waktu yang lama untuk mencerna makanannya.

8. Wall-nut          : Tanaman seperti kacang yang dapat melindungi halaman, berfungsi seperti tembok.  Namun, dapat dilompati oleh Pogo Zombie, Pole Vaulting Zombie, Digger Zombie, dan Balloon Zombie.

9. Puff-shrooms   : Tanaman pertama untuk malam hari!  Tarif gratis, namun jangka tembakan hanya 3 petak dan sangat mudah dikonsumsi.  Sangat berfungsi untuk mengalahkan zombie di malam hari, sebelum diganti dengan Fume-shrooms.

10. Sun-shrooms  : Tanaman penghasil matahari di malam hari, untuk beberapa saat menghasilkan matahari kecil, (15) dan akhirnya bertumbuh menjadi 25.

11. Fume-shrooms: Tanaman di malam hari dengan kekuatan ekstra: menembus pintu dan tangga.  Jangka tembakan 4 petak, dan dapat menyerang banyak zombies sekali tembak.

12. Grave Buster   : Tanaman ini dapat memakan kuburan-kuburan di halamanmu!  Hati-hati, grave buster dapat dimakan saat sedang menkonsumsi kuburan.

13. Hypno-shrooms: Tanaman ini sangat berguna apabila dimakan oleh zombie yang kuat (ex: Footbal Zombie, Screen Door Zombie, Dance Zombie) karena dapat menghipnotis zombie untuk memakan zombie yang tidak terhipnotis lainnya.

14. Scaredy-shrooms: Tanaman ini seperti namanya, penakut.  Ia dapat menembak sama seperti puff-shrooms, tetapi dengan jarak yang lebih jauh.  Namun, apabila zombie sudah 1 petak di depannya, ia menjadi takut dan bersembunyi di bawah tanah.

15. Ice-shrooms     : Tanaman ini sangat berguna, apabila zombie sudah memenuhi lahan, karena fungsinya yang keren–membekukan seluruh zombie untuk beberapa saat, lalu jika es sudah mencair akan memperlambat gerak zombie!

16. Doom-shrooms : Tanaman ini berguna seperti cherry-bomb, tetapi dengan jangkauan yang lebih luas.  Namun, jika sudah meledak, akan membekaskan lubang yang tidak dapat ditanami untuk beberapa saat.

17. Lily pad           : Tanaman pertama untuk halaman belakang! #yay! Tanaman ini berfungsi untuk menaruh tanaman lain di kolam, sama seperti tanah dan pot.

18. Squash            : Tanaman ini berguna sama seperti potato-mine, namun dengan cara melompat dan tanpa butuh waktu untuk mengaktifkan lompatannya.

19. Threepeater      : Tanaman ini sama persis seperti peashooter, namun dengan jangka tembakan yang lebih luas (atas, tengah, dan bawah)

20. Tangle kelp       : Tanaman yang berguna seperti chomper, namun tinggal di air dan hanya dapat digunakan sekali.

21. Jalapeno           : Tanaman ini sama seperti pemotong rumput di ujung belakang halaman, yakni mematikan seluruh zombie pada 1 deret.

22. Spikeweed        : Tanaman ini berguna untuk membunuh perlahan-lahan zombie dengan durinya, dan dapat meledakkan mobil (tapi hanya 1X pakai)

23. Torchwood        : Tanaman ini dapat membakar pea-pea yang mengenai apinya, yang dapat menambah damage (kecuali untuk snow pea) dan dapat menerangi 1 1/4 petak yang terkena kabut.

24. Tall-nut             : Tanaman ini memiliki kekuatan lebih daripada wall-nut, dan dapat melindungi halaman dari para zombie pelompat (Pogo Zombie, Dolphin Rider Zombie, Pole Vaulting Zombie)

25. Sea-shrooms    : Tanaman ini memiliki kekuatan, fungsi, dan harga yang sama dengan Puff-shrooms.  Namun, spesialisasinya adalah habitatnya di air dan memiliki loading yang lebih lama.

26. Plantern            : Tanaman ini sangat berfungsi untuk menghapus kabut yang muncul di level  4-1 s./d 4-9 karena foggy figure  yang mengganggu penglihatan.  Namun, akan lebih baik kalau Plantern dilindungi dengan Pumpkin.

27. Cactus              : Tanaman pelindung angkasa pertama!  Ya, Cactus ini dapat meninggi dan menembaki serangan udara.  Namun, harganya…… 125!

28. Blover                : Penggabungan antara Plantern X Cactus….. Viola!  Muncullanh Blover si peniup.  Tanaman ini dapat menyerang foggy figure dan Balloon Zombie, namun hanya sekali tembak (selanjutnya mati).

29. Split Pea            : Tanaman dengan sifat si ulat–memiliki 2 kepala.  Tanaman ini sangat berfungsi melawan Dig Zombie yang dapat menyerang bagian dalam.  2X tembak belakang dan 1X tembak bagian depan.

30. Starfruit              : Tanaman ini seperti bintang, namun dengan kehebatan yakni, menembaki Zombie dengan 5 arah (atas, belakang, samping depan, dan bawah)

31. Pumpkin             : Berpenampilan seperti Jack-O-Lantern, Pumpkin ini dapat melindungi tumbuhan dari serangan Zombie.  Costnya sama dengan Tall-nut, 125.

32. Magnet-shroom   : Tanaman terakhir dari foggy figure level.  Dapat menarik segala pernak-pernik zombie yang berbahan besi.  Seperti milik Dig Zombie, Door Zombie, Jack-in-the-box Zombie, dan para pembawa besi dan helm lainnya.

33. Cabbage-pult        : Tanaman roof pertama!  Dapat menembaki lewat atas, dengan cara kerja yang sama dengan ketapel!

34. Flower Pot            : Tanaman ini seperti tanah bagi roof yang tak dapat ditanami.

35. Kernel-pult            : Tanaman yang mirip dengan Cabbage-pult, namun kekuatan normalnya light (kecil; ringan) dan kekuatan butternya normal.

 

Zombies dan Plantsyang lain akan diluncurkan beberapa hari setelah post ini di-postingkan karena suatu hal.

 
Leave a comment

Posted by pada 19/02/2012 in Game

 

WordPress Friend’s Story – Rahasia Krisan (Part One)

             Kulangkahkan kakiku menuju sekolah.  Udara sepoi-sepoi meniup rambutku yang kusam.  Udara dingin sangat menyengat, hingga ujung tulangku.  Kulihat kawan-kawanku yang dengan riangnya menaiki bus, mobil pribadi, dan angkutan sekolah.  Mereka tidak merasakan dinginnya udara luar dengan guyuran hujan yang membuatku sakit.  Namaku Krisan.  Aku bersekolah di Alberta Elementary School, sekolah satu-satunya di kota ini.  Kota Ruppensloegh, kota yang sangat sepi yang penuh dengan orang-orang pandai.  Ya, mereka pandai.  Tetapi dinginnya sifat mereka membuatku tidak betah.  Retta, ibu tiriku selalu saja memukulku apabila aku mendapat nilai di bawah 100.  Aku dipaksa menjadi yang terbaik, hanya karena kedua orang tuaku sudah tiada.  Ibu dan ayahku yang asli, meninggal di kala aku masih berumur 4 tahun. Aku kini sudah berusia 13 tahun, dan tahun ini 14.

“Hai Kris, si bau!” ucap Tomel yang suka mengomel.  Ia sering memaki-maki diriku hanya karena penampilanku sangatlah buruk.  Baju yang sudah kusut, rambut kusam, muka lebam, dan kaki yang berkerut karena setiap hari mencuci di Sungai Rupplin.  Sungai itu sangat deras.  Kembali ke sekolah, diriku berhadapan dengan Tommy, kakak kelas sang pencari uang.  Bukan bekerja, tetapi memalak.  Ia tinggal di sebuah rumah mewah dengan 100 pelayan.  Ia masih dimandikan, disuapi, dinyanyikan nina bobo, dan dibacakan cerita dongeng sebelum tidur.  PR-nya selalu jadi karena Rita, temanku yang bekerja di sana membuatkannya.  Rita tak dapat sekolah karena gaji dari keluarga Tommy yang minim.  Ia kemudian menjadi teman di rumah Tommy, dan menjadi pembuat tugas Tommy.  ”Heh, Isan! Kamu buat apa di sini?  Ini daerah gue, dan loe gak boleh lewat sini.  Ini daerah kekuasaan gue!” ucapnya sombong.  Aku pun berlari, mencegah kekerasan yang biasa terjadi.  Namun, apa daya.  Diriku tak cukup cepat kabur dari hadapannya.  Ia pun mengambil seluruh bekalku dan uangku yang hanya 5 Gold (1 Gold = Rp500,-)  Aku menyerah.

Kurapatkan pelukanku terhadap tasku, masuk menuju sebuah ruangan penuh dengan anak nakal.  Terdapat Jonna si tomboy, Rian si jahil, dan Donna si playboy.  Hanya satu yang kusuka, seorang anak laki-laki kalem yang pandai, dan lucu.  Ia tidak setinggi Rian, dan tidak senakal Jonna.  Ia sangat kuidamkan!  Walaupun ia memiliki penyakit bawaan, ia tetap kucinati!  Setengah Mati!  Lalu kutatap matanya yang polos.  Ia berpaling meihatku, dengan senyumnya yang manis.  Sayang, ia tidak ikut piknik ke Desa Hongky Hollows, karena fisiknya yang kurang kuat.  Bapak McReady, sang kepala sekolah yang melarangnya.  Aku kecewa berat!

Pelajaran dimulai.  Sang idola maju menuliskan PR-nya yang sudah jadi.  Ia satu-satunya anak laki-laki yang selalu membuat PR.  Kucermati setiap goresannya di papan tulis, kuamati setiap gerakan yang ia buat.  Oh, aku sedang dimabuk cinta!  Namun, lebih baik menjadi sahabat dahulu karena usiaku yang masih mini.  Aku sangat ingin menjadi kawannya, namun karena Johan yang suka padaku, sang idola tak boleh dekat denganku.

Ibu Coaccle, guru karakter masuk ke kelas terburuk di dunia.  Ia mengajar lumayan seru, namun karena effect yang disediakan kelas, suasana seru itu menghilang.  ”Anak-anak, di mana PR kalian?” ucap Bu Coaccle.  Suasana berganti menjadi sunyi.  Hanya sang idola yang maju, mengumpulkan PR.  Gawat, tiba-tiba detak jantungku menjadi cepat bagaikan getaran gempa!  Aku lupa membawa PR-ku!  ”Krisan, di mana bukumu?  Kau biasanya membuat. Tidak ketinggalan khan?” ucap Bu Coaccle.  ”Mmm…. Maaf bu…” aku tak dapat menatap mata Bu Coaccle yang tergolong galak.  ”Tadi aku lupa membawanya kemari, karena diambil ibu tiriku untuk me..mengipas-ngipas kucingnya, Inda.” ucapku menahan tangis.  ”Ooh…. Jadi begitu.  Baiklah, semuanya akan dihukum, sampa minggu depan!  Apanbila besok belum ada yang mengumpulkan, kalian akan dihukum!” ucap Bu Coaccle tegas.  Fiuhh… masih ada kesempatan!  Kira-kira, apa ya yang akan dialami oleh Krisan selanjutnya?  Segera kirim ide ceritamu dengan menjawab soal!

Pertanyaan:

1. Di edisi mendatang, akan ada murid baru di kelas Krisan.  Siapa namanya dan bagaimana sifatnya?

2. Siapakah yang diidolakan Krisan (nama), beri informasi lebih lanjut tentangnya!

3. Apakah hukuman yang akan diterima satu kelas apabila tidak mengumpulkan PR?

4. Apakah yang akan dialami Krisan di rumah?

Aku tunggu jawabanmu, kirim ke Message di FB-ku (http://www.facebook.com/AcerEvan) dalam format nomor (misal:

1. __________________

2. __________________

3. __________________

dst…) minimal 4 kalimat per-nomor!  Jangan lupa, sertakan data diri: Nama, alamat, e-mail di bawah jawabanmu!

Hadiah menarik menunggu anda!  Ayo, segera raih hadiahmu!

 
1 Comment

Posted by pada 01/02/2012 in Cerita, Kuis Seru!

 

Story of Silver White Warriors Part Two: The Silver Sword

The Legends of Silver White Warriors

Jauh di negeri para ksatria, tersebutlah seorang penyihir jahat yang bernama Measley.  Dia tinggal di sebuah gubuk kecil bersama cucunya, Molly.   Measley selalu memperingatkan Molly, agar menjauh dari dunia luar.  Akan tetapi, Molly, seorang gadis remaja tersebut selalu berangan untuk melihat dunia luar.  Measley tidak pernah memberitahukan pada Molly, mengapa Molly tak boleh melihat dunia luar, hingga pada suatu hari saat Molly diketahui menyihir barang-barang milik manusia untuk dikenali.   Measley marah sekali, hingga menyebabkan Molly tak pernah bertemu neneknya  kembali……

…Kisah ini berawal dari buku harian seorang gadis remaja  beserta ketiga sahabatnya…

- 400 Tahun Kemudian - 

Part Two: The Silver Sword

Jumat, 13 November 1865

Aku melihat cahaya yang amat luar biasa terangnya, menyelimutiku dan Don.  Kami berdua tak dapat melihat selain cahaya putih tersebut.  Kami melayang, melayang, entah ke mana kami akan terhenti.  Ku pikir, inilah akhir riwayat hidupku.  Jadi, aku langsung menerima lamaran yang sudah lama disampaikan Don.  Aku berteriak, berkata, bahwa cintaku kepadanya sangatlah dalam dan meluap.  Don terlihat kaget, dan aku pun juga.  Karena, cahaya itu berhenti dan kami terjatuh di rerumputan tua nan tinggi di Danau Opal.  Entah kenapa, bau-bau perabadan tidak tercium, dan tanda-tanda kehidupan manusia tidak terasa.  Tiba-tiba, Don melihat sebuah asap membumbung tinggi dari tengah hutan.  Suasana begitu tenang dan sepi, hingga aku dapat mendengar detak jantungku.  Don memelukku, karena angin bertiup dengan kencangnya, menyelimuti kami berdua.  Bree dan Cor tiba-tiba berlari ke arah kami seperti habis melihat sesuatu yang buruk.  Aku dan Don pun berlari ke arahnya.  Tiba-tiba, pikiranki seperti bangkit kembali………………….

Sabtu, 14 November 1865

Entah kenapa, setelah bangun dari tidur, mimpi yang sepertinya sudah ratusan tahun muncul kembali di pikiranku.  Don segera mencarikanku makanan.  Ia memberiku daging rusa panggang! Rasanya sedikit kuno, seperti rusa yang belum terkena peradaban.  Aku dan Don melangkahkan kaki, melihat cakrawala yang bersinar cerah, sang surya bersenyum ke kami.  Kulihat seekor kura-kura singa berdiam di pinggir pohon.  Ia bagaikan ditinggalkan dari kawanan, entah kenapa.  Tetapi, kulihat ia memiliki tempurung yang lembut.  Itu dapat dihancurkan oleh predator air!  Don yang mengerti bahasa hewan pun men-translate bahasa sang kura-kura.  Ia berkata, “Ia saat kecil sangat suka bermain di air, padahal belum memiliki tempurung yang keras.  Ia pernah ditemani oleh seekor hewan yang lain, yang selalu ada untuknya.  Ia sangat disayang.  Namun, sang ketua melarang hubungan persahabatan mereka.  Ia lalu ditinggal karena tempurungnya.  Padahal, dia bermimpi ingin mengikuti kawanan bermigrasi.” Sungguh terenyuh hatiku.  Lalu, kujadikan kura-kura tersebut menjadi sahabatku di perjalanan, dan kunamakan Joy, yang artinya sukacita.  Agar, ia dapat bersukacita kembali.  Oh, malam itu, kutulis harian ini dan tidur bersama Joy di sampingku.

Minggu, 15 November 1865

Langit keemasan menemani kami.  Angin menghembus lembut, menyapu dedaunan di sekitar kami.  Burung-burung mulai berhenti berkicau, bergantian dengan para penjaga malam.  Penjaga malam mulai beterbangan di sampingku.  Suara gemericik air menemani langkah kami.  Waktu terus berlalu.  Violet mulai menyelimuti malam.  Para bintang berkelap-kelip, menerangi langkah kami mencari Renal.  Renal, di manakah kamu?

Don, aku, dan Joy mulai lelah.  Kami tak dapat melepaskan rindu kami terhadap kota kecil Yumirume.  Angin berhembus lembut, menusuk tulang kami.  Dinginnya malam tak dapat kami hindari.  Aku dan Don mulai khawatir akan kehilangan Renal selamanya….

Senin, 16 November 1865

Hari ini aku dan Don kebingungan mencari Joy.  Ia tak kelihatan di kantungnya sejak pagi.  Lalu kulihat, terdapat satu jejak kaki kecil di rerumputan.  Kuikuti, dan kutemukan sekawanan kura-kura berkumpul.  Wow! Ternyata Joy sudah pulih dan membuat kawanan baru, yakni kumpulan kura-kura seperti dia.  Aku dan Don pun berpisah dengannya, dan mulai mencari Renal lagi.  Aku sudah lama melupakan hal ini, namun teringat kembali,  Jovan.  Ia sudah lama tak memberi kabar, namun apa daya?  Aku dan Don memang sudah menghilang berhari-hari dari dunia nyata.  Mmm….

Selasa, 17 November 1865

Hari ini sangat seru!  Aku dan Don berpetualang di Hutan Terlatang, tertulis di papan nama di samping pohon fir raksasa.  Aku dan Don menemukan berbagai hewan aneh dari dunia yang akhirnya kuketahui: Dunia Sihir!  Terdapat rusa putih ajaib, para peri, goblin, dwarf, dryad, kelinci perak, angsa emas, dan banyaaaak lagi!  Aku dan Don bertanya pada salah seorang goblin, di mana rumah seorang pencipta segalanya, dan goblin itu menuntun kami ke sebuah gua–yang sangat-sangat-sangat jauh, hingga kami mencapainya pada tepat tengah malam.  Ia lalu masuk, dan tiba-tiba gua dipenuhi cahaya hijau keemasan.  Lalu, Don memberi tahu aku, bahwa itu adalah gudang emas milik para goblin.  Tiba-tiba, suara dentuman keras muncul dari samping gua.  Aku melihat kaki raksasa, dan tiba-tiba seluruh emas goblin itu hancur, terinjak oleh kaki sang raksasa.  Kami berlari berhamburan, dan aku bersama Ryan (nama salah seorang goblin) bersembunyi di balik sebuah gelondongan kayu fir.  Wuaaaahh…. Letihnya!!!

Aku juga menemukan sebuah ladang peri cahaya, dan aku bersama Don diajak oleh para peri untuk makan malam romantis berdua–kyaaa!!!  Aku sangat senang, apalagi, alunan musik oleh para peri musik dan hangatnya suasana bersama para goblin membuat hati menjadi damai.  Asyiknya hari ini!

 
2 Comments

Posted by pada 31/01/2012 in Cerita

 

Pramuka – Cara Cepat dan Ringkas Hafal Sandi Morse

Hai guys, bertemu lagi setelah sekian lama tidak buka WP nih! #sakingmalesandsibuknyasaya  Saya rindu, sama para pembaca setia semua! #flagbanner

Oke, btw, apakah guys-guys semua sudah tau, apa itu sandi morse? Menurut Wikipedia Indonesia, Sandi Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan olehSamuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.

 

Oke.. Sudah tau?  Lalu, bagaimana cara penggunaanya?  Ada beberapa cara penggunaan sandi morse, yang diajarkan dalam pramuka:

  • Sandi titik dan garis   –> Sandi dengan titik dan garis normal, dengan ketentuan sebagai berikut:

Sandi Morse

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Sandi Rumput –> Yakni dengan mengubah titik dengan rumput pendek, dan garis dengan rumput tinggi
  • Sandi Peluit –> Titik ditiup secara cepat sedangkan garis lebih lama.

 

 

Lalu, bagaimana cara mempelajarinya dalam 1 malam?

Cara cepat pelajari Sandi Morse

Berikut adalah penjelasannya:

  • Coba anda baca huruf yang diblok oleh warna putih menjadi titik, dan hitam adalah garis.
  • Misal:
  • Baca huruf A, dari atas (E) menuju huruf tsb., lalu baca: . _
  • Baca huruf R, dari atas (E) sejajar kotak menuju R,(E-A-R) lalu baca: . _ .
  • Baca huruf Z, dari atas (T) sejajar kotak menuju Z,(T-M-G-Z)                  lalu baca: _ _ . .
Mengerti? Oke, selamat mencoba!

 

 
5 Comments

Posted by pada 31/01/2012 in Pelajaran, Pramuka, Sekolah

 

Infopedia – Rahasia ‘Hybrid’ Harimau Putih

Hai guys, sudah lama tak berjumpa!   Ini adalah post-ku yang pertama, di tahun 2012!! #yippie!! !(^_^)!

Hmm…. Ingat tidak, tentang post yang judulnya: “10 Hewan Terpopuler di Kebun Binatang”, bulan November tanggal 11… Ingatkan? Di urutan ke-9, terdapat istilah White Tiger.. Ya, itu adalah hewan yang lucu, menakjubkan, dan sering dibilang “langka” oleh beberapa orang.  Namun, apa yang sebenarnya terjadi di belakang semua itu? Adakah perselisihan dan kejahatan?  Mari kita lihat…. #cekidot

Harimau putih, seringkali digolongkan sebagai hewan yang istilah bahasa Inggrisnya, “Extinct In the Wild” atau artinya “Punah di Alam Liar”.  Maksudnya, hewan itu hanya ada di penangkaran, kebun binatang, dan beberapa daerah yang bukan habitatnya.  Padahal, sebenarnya…. Harimau putih adalah seekor hewan hasil kawin sedarah, dan kawin silang!

Harimau putih mulai dikenal pada tahun 1950′s, yang dinamakan Mohan, dari India.  Ia adalah seekor hasil ‘buruan’ kawin silang, dari spesies Panthera tigris tigris dan Panthera tigris altaica.  Dikawinkan sebenarnya untuk membuat sub-spesies yang lebih besar, namun yang ditemukan adalah seekor bayi harimau putih.  Semua harimau putih adalah keturunan Mohan, yang dikawinkan dengan anaknya sendiri.  Sungguh disayangkan, sampai sekarang, pihak kebun binatang ‘mengaku’ bahwa itu adalah spesies langka, padahal sebenarnya keturunan darah kotor, hasil campur tangan manusia.  Beberapa bilang itu adalah hasil reproduksi asli.  Sangat disayangkan…

Banyak hewan tersiksa dengan adanya pengembang-biakkan hibrida.  Beberapa lahir cacat, tidak diterima di kawanan, umurnya pendek, dan terkena penyakit mematikan..

Padahal, di hutan, 1 dari 1000 ekor harimau bengal dapat melahirkan harimau putih, yang walaupun toh anaknya nanti oranye kembali.

 
Leave a comment

Posted by pada 18/01/2012 in Infopedia

 

Kaitkata: , ,

Funny – Hamster

This lively pet hamster will keep you company throughout the day. Watch him run on his wheel, drink water, and eat the food you feed him by clicking your mouse. Click the center of the wheel to make him get back on it.

____________________________________________________________

Hamster lucu ini akan ada kapan saja, di sini.  Dia dapat kamu beri makan dengan mengeklik, lalu klik tengah roda untuk membuat dia bermain kembali.  Selamat mencoba!

melalui

Hamster.

 
1 Comment

Posted by pada 15/12/2011 in Game

 

Kaitkata: , , ,

Open House Sekolah Kristen Lentera

Hai guys, apakah kalian tinggal di Ambarawa? Atau ingin pindah ke Ambarawa?  Punya anak, atau masih sekolah?  Kunjungilah dan Ikutilah: Open House Sekolah Kristen Lentera!

Open House ini sudah diadakan kurang lebih 2 kali, dan tahun ini kali yang ke-3.  Open House Sekolah Kristen Lentera asyik-asyik standnya, seru-seru lombanya! Tapi, khusus untuk anak usia 2 – 13 tahun(kls 6)!  Maaf ya,,

Isi Open House ini ada lomba-lomba, show band, tari, drama, dll.. stand-stand, dll…

Ikutilah!

Open House SKL

Open House SKL

 

Ayo, segera daftarkan anak/saudara/teman/anda!  Jangan lewatkan: Band SD, Band SMP, Tari, Stand-Stand, dan lomba-lomba yang seru dan asyik!

 

 

NB: RALAT: Untuk Lomba SD Mata Pelajaran kelas 5+6, max 10 anak/sekolah….

 
Leave a comment

Posted by pada 06/12/2011 in Sekolah

 

Infopedia – Keadaan Kebun Binatang di Dunia,, Layakkah?

Hai guys, sudahkah kalian semua melihat kebun binatang di Indonesia? Kalau di Dunia?  Ya, mungkin beberapa seperti Singapore Zoo, San Diego Zoo, atau Bronx Zoo dapat membuat kita ngiler,, tapi, bagaimana dengan keadaan kebun binatang yang tidak terawat? Mari kita lihat:

Miami Seaquarium

Dolphin Show di Miami Seaquarium

Taman laut di Miami ini mungkin menarik, jika kita lihat show-show yang ada, seperti Dolphin Show, dan Orca Show.  Tapi, mari kita lihat:

 

This slideshow requires JavaScript.

 

Kecil sekali ya, akuarium Lolitanya, coba, kalian lihat website ini:

http://www.miamiseaprison.com/attractions.htm

 
3 Comments

Posted by pada 06/12/2011 in Infopedia

 

Books – A Child Called “It”

Hai guys, sudahkah anda semua membaca buku novel trilogi dari Dave Pelzer, seorang Kristiani dari luar negeri (tidak tahu dari mana, sepertinya U.S.A,) yang disiksa oleh ibunya sendiri.  Buku trilogi ini mengisahkan seluruh seluk-beluk kehidupannya, dari hidup bahagia bersama “keluarga”-nya, hingga ia disiksa setengah mati, ditikam, diberi makanan yang menjijikkan (popok adiknya sendiri!)  Mengapa saya bisa bilang ia seorang Kristen?  Karena, di novel pertamanya, A Child Called “It”, di bab terakhir sebelum epilog, tedapat judul “Dan Lepaskanlah Dari Yang Jahat”    Mungkin juga bisa Katholik.  Tapi itu tidak perlu dipermasalahkan….

Buku ini bisa membuat emosi tercampur-campur, dari sedih, tegang, marah, jengkel, terharu, senang, dan lain-lain.  Berikut adalah beberapa inti cerita dari setiap bab.  Selamat Menikmati…

A Child Called "It"

Masa Bahagia

David Pelzer adalah tiga bersaudara yang tinggal di Daly City San Francisco. Layaknya keluarga yang lain, mereka memiliki seorang Ayah dan Ibu yang menyayangi mereka setiap saat, dan kapan pun mereka butuh kehangatannya.

Ayah david adalah seorang petugas pemadam kebakaran di kotanya, yang berakibat harus siap bekerja selama 24 jam penuh kapan pun panggilan datang. Sehingga dalam hidupnya, David lebih sering bersama dengan Ibunya di rumah. Ibu David adalah perempuan yang sangat mencintai anak-anaknya, pandai dalam berbenah rumah, memiliki tekad yang keras, pandai memasak dan yang paling penting adalah rasa kasih sayang yang tidak terkira kepada anak-anaknya. Banyak sekali kejutan-kejutan yang Ibunya buat untuk menciptakan suasana hangat di keluarga, seperti dekorasi ruang makan saat menjelang makan malam, mengajak piknik ke tempat yang indah, memberikan hadiah-hadiah mainan, bahkan sampai mengajari anak-anaknya dalam memaknai arti kehidupan ini secara berbeda. Seperti yang Ibunya lakukan ketika menyuruh kepada anak-anaknya untuk duduk mendekat di sebelah kucing yang sedang bertingkah aneh. Kemudian Ibu menyuruh mereka duduk tenang sambil Ibu menjelaskan kepada mereka bagaimana susah dan beresikonya orang dalam proses melahirkan seorang anak. Ibunya selalu memberikan pelajaran yang berguna dengan cara yang berbeda kepada anak-anaknya, bahkan sampai anak-anaknya itu sempat tidak menyadarinya bahwa mereka tengah diberi suatu pengetahuan baru dalam hidup.

Hari-hari yang dilalui oleh keluarga ini selalu penuh dengan keceriaan, kebahagiaan, dan kedamaian diantara anggota keluarganya. Contoh kecilnya saja, pada setiap Natal tiba, tinggi pohon Natal keluarga ini tidak pernah kurang dari dua setengah meter, dan semua anggota keluarga meluangkan waktu seharian untuk menghiasinya. Setiap tahun salah satu dari mereka memperoleh kehormatan untuk menaruh hiasan malaikat di puncak pohon Natal tersebut, sementara Ayahnya mengangkat badan anak-anaknya dengan tangannya yang kuat. Dan sampai ketika malam Natal tiba, Ibunya diam-diam memasuki kamar tidur anak-anaknya sambil berbisik “ Bangun, Santa datang ! ” , kemudian mengajak anak-anaknya menuju pohon natal untuk segera membuka bingkisan-bingkisan hadiah yang sebelumnya telah disiapkan. Pada saat itu tidak jarang Ibunya selalu menangis, namun ketika ditanya mengapa ia menangis, Ibunya menjawab bahwa ia menangis karena ia merasa begitu bahagia memiliki keluarga yang sesungguhnya.

Meskipun Ayahnya jarang berada di rumah, David beserta kedua saudara laki-lakinya tidak pernah merasa sedih. Karena Ibunya selalu mengajak mereka berkeliling seharian ke tempat-tempat yang indah dan berkesan, seperti memandangi nuansa keindahan di Golden Gate Park San Fransisco. Sebagai anak kecil, di sanalah David merasakan bahwa inilah tempat yang paling ia sukai di kotanya, di samping tangan Ibunya yang selalu menggenggam tangan David dengan lembut sambil memberikan senyumnya, dan di saat-saat itulah mereka – terutama David – merasakan aman, damai dan begitu hangatnya kasih sayang dari seorang Ibu.

Awal Dari Sebuah Malapetaka

Hubungan David dengan Ibunya berubah drastis, dari kehidupan harmonis berubah menjadi tempaan disiplin hingga hukuman yang semakin membabi buta. Kadangkala hukuman itu sedemikian menyakitkan sampai-sampai David harus merangkak untuk menghindarinya – bahkan David mengatakannya sebagai proses menyelamatkan hidup.

Awal dari semuanya dimulai dengan nasib sial David yang memiliki suara yang lebih keras dibanding dengan anak-anak kecil lainnya ketika Ia tengah bermain. Akhirnya David pun selalu ketahuan bersikap nakal, sekalipun Ia dan kedua saudaranya sering sama-sama mengaku melakukan ‘kejahatan’ yang sama.

Pad awalnya hukuman yang diterima David berupa hukuman berdiri atau jongkok di pojok kamar tidur, atau kita bisa menyebutnya dengan istilah ‘strap . Sejak saat itulah sikap Ibunya berubah drastis, kadang kala, saat Ayahnya bekerja, Ibunya menghabiskan waktu seharian untuk tidur dan menonton acara televisi dengan masih menggunakan jubah mandi. Ibunya akan beranjak dari kursi kalau mau ke kamar mandi, menambah minum lagi, atau memanaskan sisa makanan. Ketika memanggil anak-anaknya, suaranya pun berubah dari suara seorang Ibu yang lembut menjadi seorang perempuan penyihir yang jahat. Perasaan atau mood dari Ibunya ini sering berubah-ubah, sejenak David pun bisa tahu apa yang bakal terjadi pada suatu hari hanya dengan melihat dari pakaian yang Ibunya kenakan. David bisa benafas lega pada hari ketika Ibunya keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian yang menawan dan mengenakan make-up. Pada hari demikian Ibu akan tersenyum sepanjang hari.

Pada saat Ibunya memutuskan bahwa ‘hukuman pojok kamar’ tidak lagi mempan, ‘hukuman cermin’ lalu dikenakan pada diri David. Wajah David ditempelkan dan ditekan pada kaca cermin, lalu dengan wajah yang basah oleh air mata dan membuat kaca cermin itu licin, Ibunya menggesek-gesekan wajahnya sambil memarahinya dan menyuruhnya mengatakan “Aku anak nakal ! Aku anak nakal ! ” berulang-ulang. Setiap kali kedua saudara laki-lakiya memandang ke arah David, mereka mengangkat bahu sedikit, lalu meneruskan permainan mereka – seolah-olah David tidak di situ. Mulanya sikap kedua saudaranya itu membuat David iri, namun David segera paham bahwa itu mereka lakukan semata-mata demi menyelamatkan diri mereka sendiri.

Banyak sekali perbuatan-perbuatan kasar Ibunya yang dilakukan kepada David. Salah satunya ketika Ibunya menyuruh mencari barang yang hilang di dalam rumahnya, dan David tidak menemukannya, Ibunya langsung melayangkan tinjuan ke muka David sehingga ada darah yang mengalir dari hidungnya, dan David pun mulai menangis.

Selama satu sampai dua bulan itu banyak sekali hukuman-hukuman yang diterima oleh David, hanya dengan alasan anak yang nakal. Dimulai dengan pukulan bertubi-tubi pada seluruh tubuhnya, mencambuknya dengan rantai anjing, memukulnya dengan pegangan kayu sapu pada kakinya – dan hal inilah yang pernah memuat david hingga berjalan pincang – menendangnya, memaksakan meletakan tangannya di atas api kompor, bahkan sampai mencekiknya.

Hingga pada suatu saat David mengalami ‘terkilir urat’ hingga tangannya tidak mampu lagi untuk digerakan. Pada saat itu Ibunya membawanya ke rumah sakit, dan Ibunya mengatakan ke dokter bahwa David terjatuh dari ranjang tempat tidurnya pada saat tidur. Namun sepertinya dokter pun mencurigainya kalau sakitnya itu bukan akibat kecelakaan, namun apa daya David memilih untuk bungkam dari pada berkata terus terang namun dengan resiko akan mendapatkan siksaan yang lebih parah lagi dari itu.

Sebagai anak kecil David menyadari, sikap Ibunya sangat berlawanan – seperti siang dan malam – saat Ayahnya ada di rumah, Ibu selalu bersikap ramah, namun ketika Ayahnya berangkat kerja Ibunya kembali menjadi nenek sihir yang jahat. Begitu pula ketika ada saudara atau tetangga yang berkunjung, Ibunya selalu berikap baik-baik saja. Namun ketika semuanya tidak ada di rumah, mulailah Ibunya menjadi nenek sihir yang jahat seperti sedia kala. Sejak saat itu pula ruang garasi yang berada di lantai bawah (Basement), menjadi kamar tidur David, dengan beralaskan dipan yang dilapisi oleh kain tipis yang lusuh, karena Ibunya sudah melarangnya untuk tidur di kamar tidur utama bersama kedua saudara laki-lakinya.

Perjuangan Untuk Mendapatkan Makan

Begitu beratnya kehidupan yang dijalani oleh David selama itu. Sehingga sejak itu sekolah menjadi satu-satunya harapan untuk melarikan diri. Pada awalnya, David memang menggunakan baju seragam baru dan juga wadah bekal makan siang baru yang masih mengkilat. Tetapi karena Ibunya menyuruhnya untuk mengenakan pakaian yang sama setiap hari sekolah, belum sampai sebulan pakaiannya sudah menjadi kumal, sobek, berbau tak sedap. Ibunya pun seakan tak peduli dengan luka memar-memar pada wajah dan sekujur tubuh David. Kalau pun ada orang yang menanyakan mengenai luka-lukanya itu, David harus memberkan jawaban yang sudah ditentukan oleh Ibunya, seperti ; terjatuh, bermain di lumpur, jatuh dari tempat tidur, kecelakaan ketika bermain, dan berbagai macam alasan lainnya yang bisa membuat orang lain merasa memakluminya. Namun sepertinya orang-orang itu pun curiga, namun kembali lagi, apa daya seorang David ketika itu.

Sejak saat itu pula Ibunya sudah ‘lupa’ memberikannya makan malam, sarapan pun nyaris tidak Ia dapatkan. Kalau sedang bernasib baik, David diizinkan untuk menghabiskan makanan sereal yang tersisa dari sarapan kedua saudara laki-lakinya – itu pun dengan syarat tugas-tugas rumah tangganya sudah Ia selesaikan sebelumnya. Yah, sejak saat itu David seakan-akan menjadi budak Ibunya. Ia melakukan segala pekerjaan rumah dengan rutin setiap harinya, seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan membersihkan juga merapihkan perabotan-perabotan yang berada di rumah itu.

Dengan semakin seringnya David tidak diberi makan oleh Ibunya, rasa naluriah lapar dalam dirinya pun timbul, sampai-sampai Ia merasakan perutnya seperti dipelintir akibat menahan rasa sakit dan lapar. Sejak saat itu David menjadi gelap mata, Ia mulai dengan mencoba mencuri makanan temannya di sekolah. Dengan mencuri makanan itu, David menelan barang curiannya itu dengan cepat kilat, sehingga Ia pun tidak bisa meraskan rasa dari makanan yang dimakannya, yang penting perutnya itu terisi dan Ia masih bisa hidup. Namun dalam waktu singkat, ternyata aksinya itu ketahuan oleh Gurunya, dan langsung melaporkan kepada Ibunya David. Lagi-lagi David mendapatkan siksaan-siksaan yang bertubi-tubi dari Ibunya, dan hukuman ‘tidak diberikannya makan’ adalah salah satunya.

Hari-hari dilalui David dengan hukuman ganda – tidak diberi makan dan dipukuli bertubi-tubi– , dan sejak saat itu pula Ibunya sudah tidak memanggilnya dengan sebutan nama, namun dengan sebutan “ anak itu ” . David berada di rumah itu, namun David sepertinya bukan anggota keluarga tersebut. David tidak boleh menggunakan fasilitas-fasilitas yang berada di rumahnya. Bahkan untuk menggunakan kamar mandi saja tidak boleh, kecuali mendapatkan izin dari Ibunya, jika tidak, Ia akan menerima siksaan-siksaan dari Ibunya. Hari-harinya dilalui dengan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, dan ketika telah selesai David langsung turun ke lantai bawah – ruang garasi – untuk siap sedia menerima panggilan berikutnya dari Ibunya yang berada di lantai atas untuk membereskan meja makan setelah acara makan malam usai.

Sampai pada suatu saat Ayahnya diam-diam memberikan makanan pada David. Namun ternyata usahanya itu ketahuan oleh Ibu. Kemudian terjadilah perang mulut antara Ayah dan Ibunya, namun akhirnya Ibunya memenangkan perang mulut tersebut, dan Ayahnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Semakin Ayahnya berusaha untuk menolong David, mengakibatkan ketegangan antara Ayah dan Ibunya, cekcok pun terjadi siang malam tak henti-hentinya, namun tetap Ibunya lah keluar sebagai pemenang. Dengan hasil akhir bahwa hak asuh terhadap David adalah milik Ibu sepenuhnya, dan Ayahnya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Dan seperti yang sudah bisa ditebak, David kembali menjadi sasaran amarah Ibunya. Bahkan ketika itu David pernah dipaksa untuk memakan kotoran dari sebuah popok bayi – milik saudara laki-lakinya – yang sudah kotor dan bercampur air kencing. Namun david melakukan perlawanan ketika Ibunya memaksa untuk memakannya, sambil terisak-isak menangis, David melakukan perlawanan terhadap Ibunya, dan tentulah dibalas dengan pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi oleh Ibunya. Hingga akhirnya Ibunya tidak berhasil menyuruhnya makan kotoran itu karena terhenti oleh tangisan saudara laki-lakinya itu yang tiba-tiba menangis. Sejak saat itu David merasa lega dan sekaligus bangga dapat mengalahkan Ibunya dari perlakuan jahatnya itu, meskipun wajahnya sudah berlepotan kotoran dari popok itu–bahkan, hidungnya yang mimisan, di dalamnya sudah terdapat gumpalan kotoran adiknnya!

Rasa lapar yang menyelimuti David, membuat David memutar otak agar bisa mengisi perutnya dengan apa saja dan bagaimanapun caranya. Mencuri makanan teman-temannya sudah tidak bisa lagi Ia lakukan, disamping Ia memang sudah ketahuan, Ia juga dijuluki oleh temannya “David the food Thief” — David si Pencuri Makanan, dan “David Pelzer-Smellzer — Pelzer si Bau. Tak seorang pun mau mengobrol atau bermain dengannya. Kemudian David mulai kembali menyusun rencananya untuk mendapatkan makanan, yaitu dengan mencuri makanan yang ada di toko makanan dekat sekolah. Namun sepertinya rencana itu gagal, karena jangankan untuk melakukan pencurian makanan, pada saat Ia berada di dekat toko itu, orang-orang sudah melihat dan mencurigainya. Mengapa? Yah, seperti kita ketahui penampilan David yang lusuh dengan pakaian compang-camping membuat orang curiga bahwa dia akan melakukan pencurian, meskipun Ia belum melakukannya. Akhirnya David pun hanya bisa mengisi perutnya dengan air keran yang berada di dekat garasi yang digunakan untuk mencuci mobil. Yah, hanya itulah yang bisa Ia lakukan untuk mengisis kekosongan perutnya. Itu pun Ia lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Semakin besar dorongan Ia untuk makan, semakin keras pula usahanya untuk mencuri makanan dengan rencana yang leih matang lagi. Setelah acara makan malam selesai, Ia seperti biasa langsung mencuci piring gelas dan membersihkan ruang makan. Pada saat itu tak sengaja Ia mencium bau sisa-sisa makanan dari tempat sampah kecil yang telah dibuang oleh Ibunya. Pertamanya Ia merasakan mual dan jijik untuk memakannya, namun Ia sadar hanya itulah satu-satunya cara untuk mendaptkan makanan dan mengisi perutnya yang kosong itu. Akhirnya dengan hati-hati Ia memungut sisa makanan yang kelihatannya masih bagus, lalu dilahapnya dengan cepat. Namun tak lama dari itu, seperti biasa, kebiasaanya itu kandas karena Ibunya diam-diam mengetahui kebiasaannya itu. Tapi karena rasa lapar yang teramat sangat, Ia diam-diam masih memungut makanan dari tempat sampah itu, samapai pada akhirnya Ia terserang penyakit diare. Ternyata Ibulah yang bermain peran dari penyakitnya ini. Jadi, Ibunya sengaja menyimpan daging itu di lemari es, bukan di freezer, sehingga daging itu membusuk. Kemudian Ibu membuangnya ke tempat sampah, karena Ibunya tahu kalau David pasti akan memakannya. Karena kabiasaan memungut makanan itu terus Ia lakukan, akhirnya Ibunya menyiramkan amonia ke dalam keranjang sampah. Sejak saat itulah David berhenti melakukan kebiasaan memungut makanan dari tempat sampah.

Akhirnya berbagai cara untuk mendapatkan makanan pun Ia lakukan terus dengan mencari-cari jalan apa saja yang bisa Ia lakukan. Akhirnya Ia melakukan tindakan pencurian lagi. Ia mencuri makanan dari mobil kantin pengantar persediaan makanan beku. Ia lahap makanan itu dengan tergesa-gesa, sampai nyaris terdesak. Setelah perutnya terisi, Ia kembali ke kelas dengan perasaan bangga bahwa : Ia bisa memberi makan dirinya sendiri.

Namun seperti biasanya, lagi-lagi, belum sempat Ia merasakan enaknya makanan beku yang baru saja Ia makan, pada saat pulang ke rumahnya, Ibunya menyeretnya ke kamar mandi – seakan-akan mengetahui kalau Ia memakan sesuatu. Ibunya langsung meninju perutnya sedemikian kerasnya, kemudian memaksakan untuk memasukan jarinya ke dalam tenggorokannya sendiri, David meronta tak karuan. Akhirnya Ibunya melepaskannya, dengan syarat David harus mau memuntahkan isi perutnya di depan Ibunya. Akhirnya dengan perasaan yang tertekan itu pun dilakukan David, hingga keluarlah makanan yang telah Ia makan sebelumnya di sekolah. Kemudian Ibunya berkata “ sudah kuduga, kamu pasti melakukan pencurian lagi ”. Kemudian Ibunya masuk ke ruang tengah sebentar dan kembali lagi ke kamar mandi dengan membawa mangkok kosong dan menuruh ke pada David untuk memungut muntahnya agar dimasukan ke dalam mangkuk itu. Seperti biasa, bila David tidak mau, maka hantaman pukulan dan tendangan pun melayang ke sekujur tubuhnya. Akhirnya David pun memungut makanan itu ke dalam mangkuk, dan sungguh di luar pikirannya ternyata Ibunya langusng mencekik lehernya dari belakang dan menekakan mukanya ke dalam mangkok itu sambil berkata “Makan…Makan..!!! Kalau tidak, AKU AKAN MEMBUNUHMU..Cepat makan..!!!” . Apalah daya seorang David ketika itu. Akhirnya dengan tubuh yang tidak berdaya dan wajah penuh tangisan lirih, Ia mencba menelan kembali makanan yang telah Ia muntahkan sebelumnya, sampai semua muntahannya itu tak tersisa lagi di dalam mangkok yang Ibunya bawa sebelumnya.

Namun itu semua tidak merubah semangat jiwa seorang David untuk mendaptkan makanan bagaimanapun caranya, yang penting Ia bisa bertahan hidup dengan cara mengisi apapun ke dalam perutnya. Akhirnya cara lain Ia lakukan kembali, termasuk mengemis-ngemis ke rumah orang lain, sambil berkata “Aku kehilangan bekal makan siangku. Maukah Ibu memeberiku penggantinya ?”. Namun malang nasib David, karena belum sempat Ia menikmati caranya itu, Ia mendatangi rumah yang salah. Ia tidak sengaja mendatangi salah satu rumah, yang ternyata penghuninya itu adalah teman dekat Ibunya. Akhirnya teman Ibunya pun melaporkan kejadian tersebut. Dan sampailah David pada penyiksaan yang sungguh dirasakan berat dari pada siksaan-siksaan yang pernah diberikan oleh Ibunya David selama ini. Yah, Ibunya menghukum David dengan memaksanya untuk menelan atau meneguk satu sendok makan cairan amonia, dan seperti biasa, apalah daya David tidak bisa melakukan perlawanan. Akhirnya setelah Ia meneguknya, terasa lidahnya melepuh, tenggorokannya kering, matanya terasa akan copot, badannya terhuyung-huyung, kepalan tangannya melemah, samapai akhirnya Ia bisa bernafas kembali setelah Ibunya menepuk punggungnya dengan keras yang membuat Ia bersendawa, dan bisa bernafas lagi.

Sejak saat itu perlakuan Ibunya semakin menggila, bahkan bisa dibilang sinting. Ibunya mulai senang mencekoki David dengan amonia, atau juga dengan Clorox – semacam cairan penghancur kotoran. Bahkan tak segan-segan Ibunya mencekoki David dengan sabun cair pencuci piring. Ketika menelan cairan sabun itu, David merasakan tenggorokannya sangat kering, sehingga Ia meminum banyak-banyak air keran. Tak lama kemudian perutnya merasa sakit sekali, perih, dan melilit. Akhirnya dengan memohon-mohon kepada Ibunya untuk izin menggunakan toilet yang berada di dalam rumahnya, tetapi Ibunya tidak mengizinkannya. Akhirnya karena tidak bisa untuk ditahan lagi, Ia berjalan secara berjongkok seperti bebek ke arah tempat keran yang biasa Ia gunakan untuk minum, kemudian Ia meraih sebuah ember dan mengeluarkan semua kotorannya itu di dalam ember tersebut. Sejak saat itulah Ia merasa sudah seperti anjing bahkan lebih hina dari itu.

Yah itulah berbagai cara yang Ia lakukan untuk medapatkan sesuatu makanan untuk mengisi perutnya. Karena hanya itulah yang bisa Ia lakukan untuk bertahan agar tetap hidup,

Terselamatkan

Kisah berlanjut, Dave Pelzer memasuki jenjang sekolah kelas 5.  Ia memiliki banyak perasaan yang tercampur aduk, karena ibunya yang jahat, ayahnya yang sudah mulai tidak beres, saudaranya yang membuatnya iri,  dan temannya di sekolah yang sering mem-bullying dia.  Saat di sekolah, Dave sempat mengungkapkan isi hatinya, seluruh kisah siksaannya dari ibunya, ke seorang perawat sekolah di sekolahnya.  Ia sempat tertolong oleh polisi, namun sayang, (belum terbaca….) entah kenapa ia dapat masuk ke “Rumah Siksaan” lagi.

Tetapi Bebaskanlah Kami dari Yang Jahat..”

Bab ini sangat menunjukkan sesuatu yang Kristen, karena judul bab ini diambil dari Matius 6, Doa Bapa Kami.  Bab ini menceritakan perceraian orang tua mereka, karena ayahnya yang tidak betah oleh siksaan ibunya.  Ayah Dave kini sering mabuk, minum di bar, dan keluar entah ke mana.  Ibunya sangat puas dengan sikap ayahnya, hingga akhirnya ibunya dapat menyiksa Dave sepuasnya!  Setelah berpisah, ibunya mengajak “anak-anak”-nya–Dave tidak dianggap–ke McDonalds.  Di situ, Dave dikurung di mobil Wagon ibunya, sementara saudara-saudaranya puas makan burger di McDonalds.   Dalam mobil, Dave berlinang air mata sambil merenung,  tidak ada harapan lagi untuk hidup.  Mungkin ia akan dibunuh, entah hari itu ataupun esok harinya.  Saat saudara-saudaranya hendak masuk ke dalam mobil, Dave berdoa dan mengatakan, “Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.  Amin.”

Kisahnya berakhir di sini dulu untuk buku A Child Called “It”, karena kisah selanjutnya terdapat di “The Lost Boy”.

 
3 Comments

Posted by pada 29/11/2011 in Buku

 

Gaming – Bloom Defender

Hai guys, kali ini Acer akan mengajak kalian semua untuk bermain game baru, yang judulnya Bloom Defender!  Game ini seru, karena di setiap level kita akan diajak untuk melindungi Ibu Pohon Tua dari kekuatannya yang ia ciptakan sendiri!

Kita dapat menanam pohon berkekuatan untuk menyerang dengan menahan dan menggeser bunga yang ada saat Planting Mode, dengan harga yang sudah ditentukan (Uangnya adalah gambar air di ujung kanan atas)  Klik tombol segitiga di ujung kiri atas.  Lalu, untuk saat permainan, kita dapat menyerang musuh dengan spell-spell yang harus berlawanan dengan musuh.

Tampilan saat 'Planting Mode'

Strategi:

  • Musuh Air berlawanan dengan spell api
  • Musuh Api berlawanan dengan spell air
  • Musuh Angin berlawanan dengan spell batu
  • Musuh Batu berlawanan dengan spell angin

Special Features:

      • 30 Level yang unik
      • 5 Pohon yang dapat membantu perlindungan
      • 5 Roh musuh yang memiliki kekuatan spesial
      • 5 Spell yang kuat, membantu penyerangan musuh
      • 3 Boss yang unik
      • 6 Penghargaan yang menandakan pemain benar-benar melindungi Ibu Pohon
Karakter Pohon:
  • Arboro   : Menembak satu spirit sekali waktu (Regular)
  • Blomb   : Menembak keuatan api yang berefek ke sekitarnya
  • Drillem  : Menembus musuh sehingga dapat menembak >1 Kali
  • Sappy   : Menembakkan cairan lengket yang memperlambat gerakkan musuh
  • Snikoya : Semakin banyak menembak, semakin kuat tembakkannya
Untuk bermain, klik:

http://www8.agame.com/mirror/flash/b/Bloom_defender/Bloom_defender.swf

 
1 Comment

Posted by pada 17/11/2011 in Game

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.